The Future of The Web
Posted in Gado-Gado on April 15th, 2009 – Tags: google, microsoft – 2 CommentsHari ini tidak ada yang paling ditakuti Bill Gates selain Google Guys, sebutan dua pendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page. Bill Gates mengkhawatirkan keberadaan Google Guys bukan karena MSN.com kalah bersaing dengan Google, tetapi karena takut core business Microsoft, Windows dan Office, tergeser Google.
Lha, bagaimana bisa?
***
Konon, di masa depan, kita tidak akan lagi mengenal yang namanya Windows, Linux, ataupun MacOS. Bandwith adalah barang murah yang tersedia layaknya service GSM. Semua orang dapat melakukan koneksi internet dimana saja dengan kecepatan tinggi. Cafe-cafe internet (warnet) hanya menyediakan monitor dan sambungan USB; hanya untuk berjaga-jaga jika pengunjung membutuhkan monitor normal. Hal tersebut karena komputer tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari yang sebesar stick USB hingga yang ukuran normal. Tapi semuanya tanpa OS dan hardisk, hanya program kecil berisi aplikasi browser dan network connection yang terpasang di memory.
Setelah ‘komputer’ terhubung ke network dan aplikasi browser dijalankan, setiap orang bisa menjalankan “komputer masa depan” nyaris seperti komputer sekarang. Bisa bermain game, bisa menggunakan aplikasi word processing, aplikasi grafis, dan aplikasi lainnya. Semua aplikasi-aplikasi tersebut disimpan di server, dan kita hanya tinggal browsing untuk menggunakannya; menyimpan file, memutar MP3, dan lain sebagainya.
Semua user menggunakan platform tunggal: WEB (browser). OS dan berbagai aplikasi hanya dikenal dan diinstall di server komputer. “The Web As Platform” yang didengungkan komunitas Web2.0 di awal abad 21, akhirnya menjadi kenyataan di zaman itu.
Pada zaman itu orang bahkan sedang mencoba menanamkan komputer ke jaringan syaraf dan membuat monitor VR (virtual reality) yang ditanamkan di kontak lens. Mereka berharap pada akhirnya setiap orang dapat terhubung ke internet secara langsung.
***
Kembali ke tahun 2008, persaingan Microsoft dengan Google akan semakin ketat di zaman-zaman mendatang. Dan Bill Gates menyadari bahwa dia sudah ketinggalan beberapa langkah dari Google. Ketika Microsoft masih sibuk ‘berperang’ di berbagai front dengan Mac, Linux dan Java; tanpa diduga Google meluncurkan aplikasi spreadsheet dan document, layaknya Excel dan Word, dan semuanya dapat dijalankan dengan browser tanpa harus menginstall Microsoft Office yang harganya puluhan dollar.
Perang Microsoft-Linux adalah cerita usang yang sebentar lagi akan berakhir. Pertempuran selanjutnya adalah memperebutkan lahan “web as a platform”. Entah Bill Gates akan kembali memenangkan pertempuran ini meski dia ketinggalan langkah; ataukah duo Google Guys akan mengangkat Google menuju zaman keemasan baru. Namun bolehkah kita berharap bahwa ada perusahaan IT Indonesia yang bisa memenangkan pertempuran ini?.
Note:
Do not trust this story! Cerita ini hanya fiksi karangan saya belaka.

terus berkarya via dunia maya !
Ada artikel lain yang menarik, “The End of Hardware as You Know It“