Sebuah Pengantar: Online Payment System

Posted in Know-How on March 5th, 2010 – Tags: Be the first to comment
Realtime payment Processing

Realtime Payment

Berbicara masalah e-commerce, kita tidak bisa mengindar dari pembahasan “online payment” atau sistem pembayaran online. Pada tulisan ini saya hanya akan memberikan penjelasan seputar kosa-kata yang terkait, tanpa membahas lebih dalam sistemnya.

Bagi kebanyakan orang, vocabularies (kosa kata) seputar online payment system memang kerap terdengar asing. Ya, harus diakrabi saja….

Kosa Kata

Merchant Account: kontrak yang dikeluarkan institusi keuangan agar kita dapat menerima pembayaran dengan kartu kredit (line of credit). Untuk mendapatkan merchant account kita dapat mengajukan ke bank lokal (credit card issuer), atau pun melalui agen di internet yang biasa disebut Merchant Account Provider.

Merchant Account Provider: provider/agen di internet yang menawarkan line of credit berupa merchant account, dan biasanya juga sekaligus menyediakan software serta peralatan untuk transaksi kartu kredit. Provider-provider ini bekerjasama dengan bank (setempat) yang menawarkan (issuer) merchant account; sehingga umumnya hanya diperuntukan bagi merchant dari negara yang sama—sejauh ini hanya sedikit yang menerima merchant dari Indonesia.

Secure Gateway Provider: penyedia layanan yang menghubungkan website merchant dengan Merchant Processor.

Merchant Processor: layanan untuk memproses transaksi kartu kredit atau check. Umumnya penyedia jasa Secure Gateway Provider adalah sekaligus penyedia layanan Merchant Processor, namun ada juga yang terpisah atau berbeda perusahaan.

Virtual Terminal: online terminal yang ditujukan untuk memproses kartu kredit secara manual melalui internet. Serupa dengan telemarketing, hanya saja virtual terminal menggunakan browser dan jaringan internet.

SSL (Secure Server Layer): SSL, atau yang sekarang disebut TLS (Transport Layer Security), adalah protokol yang menjamin sekuritas transfer data yang dienkripsi melalui jaringan TCP/IP seperti internet.

Third Party Payment Provider: penyedia layanan transaksi online alternative, tanpa pra-syarat kepemilikan merchant account.

Real-Time versus Deferred Transaction

Adanya kartu kredit telah memungkinkan kita melakukan transaksi ‘tanpa uang cash’ secara real-time. Dan berbeda dari transaksi konvensional, dalam transaksi real-time perpindahan uang berlangsung seketika. Seluruh prosesnya terintegrasi di internet.

Adapun kebanyakan situs-situs di Indonesia saat ini masih menggunakan metode pembayaran konvensional, yakni dengan direct deposit (transfer bank) atau memakai jasa courier, seperti wesel pos, western union dan sejenisnya.

Dalam penggunaan kartu kredit juga dikenal model pembayaran “non-realtime” seperti ini, yang biasa disebut deferred transaction atau offline sales. Keuntungan dari deferred transaction adalah kita bisa memeriksa dan menarik pembayaran secara manual sebelum memproses pegiriman barang. Proses pembayarannya sendiri dapat dilakukan dengan Point of Sale (POS) Terminal , Mail Order/Telephone Order (MOTO) atau pun Virtual Terminal melalui internet.

Namun deferred transaction memiliki kekurangan tersendiri. Selain transaksi tidak real time, kit pun harus menyiapkan instrumen server dan jaringan yang secure karena data kartu kredit konsumen akan disimpan dalam server kita sebelum diproses secara manual. Jaringan yang harus diamankan adalah: server, email dan akses internet. Selain itu karyawan yang bertanggung-jawab atas tugas ini harus ‘amanah’ (zero-tolerance).

Kebalikan dari deferred transaction adalah real-time transaction. Dalam real-time transaction, semua proses terintegrasi di internet; dan kita sama sekali tidak membutuhkan untuk menyimpan data kartu kredit konsumen, baik di server maupun email. Proses dari suatu real time transaction dapat dilihat pada gambar di bawah.

Sebagai catatan, melakukan transaksi kartu kredit di internet memiliki banyak prasyarat. Selain harus memiliki merchant account (yang dikeluarkan bank) untuk menerima pembayaran, juga harus berlangganan “payment gateway” untuk memproses kartu-kredit secara online, serta menyediakan SSL untuk sekuritas transaksi. SSL adalah syarat yang akan diminta oleh semua provider.

Realtime payment Processing

Realtime payment Processing

Third Party Merchant Account

Umumnya pengguna internet tentu sudah mendengar nama “Paypal”. Benar, Paypal merupakan salah satu contoh dari third party payment provider, dari sekian banyak perusahaan sejenis yang ada di internet.

Seperti telah disinggung dalam definisi di atas, third party merchant account adalah “merchant account” yang dikeluarkan oleh third party payment provider. Dengan mendaftar pada provider seperti ini kita tidak membutuhkan merchant account yang dikeluarkan issuer untuk memproses transaksi kartu kredit.

Bagaimana mungkin? Bukankah untuk memproses kartu kredit kita harus memiliki merchant account?

Secara sederhana dapat dikatakan third party payment provider, seperti Paypal, merupakan pemegang “merchant account” yang sesungguhnya. Dia kemudian berperan sebagai pihak ketiga untuk memproses transaksi antara pemilik situs (penjual) dengan pengunjung situs (konsumen). Dalam hal ini Paypal akan ‘meminta’ komisi atas layanannya sebagai ‘pihak ketiga’ yang memproses kartu kredit.

Pada awalnya setiap uang yang ditransaksikan di situs tentunya masuk ke rekening bank Paypal–bukan ke rekening pemilik situs. Tetapi kemudian kita dapat menarik uang tersebut dari Paypal, misalkan melalui check atau transfer ke rekening bank di Indonesia–tentunya setelah dipotong ‘komisi’ untuk Paypal.

Manakah yang lebih baik, memiliki merchant account sendiri atau menggunakan third-party merchant account?

Memiliki merchant account tidaklah mudah didapat dan ongkos setup secara keseluruhan cukup mahal, karena harus berlangganan payment gateway dan SSL. Sebaliknya, meski setup third-party merchant account umumnya gratis, namun komisi per transaksinya cukup besar.

Karenanya faktor untuk memilih antara third-party dan real merchant ditentukan oleh seberapa besar transaksi yang terjadi di situs Anda dan seberapa besar revenue yang dihasilkan.

Example Cost

A. Menggunakan Merchant Account dan Payment Gateway Sendiri
Contoh provider: Citibank (untuk Merchant) dan Authorize.Net (untuk payment gateway)
*) Ini hanya cost untuk “payment gateway” saja, belum termasuk cost untuk “merchant account”.
#Basic Cost
- Setup Fee $99.00
- Monthly Gateway Fee $20.00
- Per-Transaction Fee $0.10
#Value-Added Cost (optional)
Automated Recurring Billing (ARB)
- Setup Fee $0.00
- Monthly Fee $10.00
Advanced Fraud Detection Suite (AFDS)
- Setup Fee $0.00
- Monthly Fee $9.95
Customer Information Manager (CIM)
- Setup Fee $0.00
- Monthly Fee $20.00
See: http://www.authorize.net/oap_pricing.htm


B. Menggunakan Third Party Merchant Account
Contoh provider: Paypal
#Basic Cost
- Setup account: $0;
- per transaction fee: 2,4% + $0,30 (contoh fee terendah)
#Let see what happen if we have big transaction…
Barang senilai $10
1 transaksi $10 = $0,54
10 transaksi $10 = $5,4
100 transaksi $10 = $54
1000 transaksi $10 = $540
=> untuk $10000 = -$540/month
Barang senilai $100
1 transaksi $100 = $2,7
10 transaksi $100 = $27
100 transaksi $100 = $270
=> untuk $10000 = -$270/month

See… “third party merchant account” mencukupi untuk transaksi online dalam skala kecil. Tetapi bila jumlah transaksi per-bulan terus bertambah besar, maka ada saatnya untuk berpindah ke dedicated “merchant account” dan dedicated “payment gateway”.


Leave a Reply