jEdit: Programming Editor

Posted in Know-How on October 16th, 2008 – Tags: , 4 Comments
Accessing SVN Repository Directly from jEdit

Accessing SVN Repository Directly from jEdit

jEdit merupakan text editor yang dibuat dalam bahasa pemrograman Java, dan dirilis secara gratis dengan lisensi open source. jEdit mendukung hampir semua bahasa pemrograman, termasuk berbagai bahasa yang berkaitan dengan web-development yakni HTML, CSS dan Javascript serta PHP dan MySQL. Khusus untuk PHP, jEdit mendukung syntax highlighting, validasi sintaksis, code navigation, auto-complete tag/code dan juga PHP-parser.

Ketika pertama kali menginstall, banyak orang menyangka bahwa jEdit adalah ‘just another ordinary text editor’. Berbeda misalkan bila mencoba Eclipse-PDT (http://www.eclipse.org/pdt/); dengan source lebih dari 100Mb, Eclipse-PDT nampak powerfull ketika pertama kali mencobanya. Akan halnya jEdit, dengan source instalasi tidak lebih dari 3Mb, nampak terlalu sederhana. Namun justru disitulah letak keistimewaan jEdit.

Kelebihan jEdit dibanding aplikasi editor lainnya adalah dia bisa dikonfigurasi secara individual sesuai preferensi si pengguna. Dapat dikatakan bahwa segala sesuatu dalam jEdit bisa diadjust sesuai kebutuhan, baik konfigurasi dasar, plugin maupun macro.

Harus diakui bahwa melakukan konfiguasi jEdit bukanlah hal yang mudah–terutama bagi orang yang malas mencoba. Pertama kali mencoba jEdit, saya pribadi membutuhkan waktu berjam-jam untuk melakukannya. Namun semua waktu yang tersita terbayar lunas ketika akhirnya berhasil menseting jEdit menjadi aplikasi editor yang saya impikan selama ini (see: “My jEdit Snapshoot”).

Instalasi

  • Pastikan Java JDK telah tersedia dalam OS anda, atau download di situs Sun Microsystems.
  • Download source jEdit dari http://www.jedit.org (tersedia untuk berbagai OS).
  • Lakukan langkah instalasi jEdit (khusus pengguna Windows, untuk menambahkan shortcut jEdit di desktop dapat dilihat pada tips dibawah)
  • Lebih lengkap untuk instalasi di Windows dapat dilihat pada tutorial berikut: http://taat.pl/en/jedit/.

Web Developer Plugin

Agar jEdit dapat berguna untuk web developer, maka pada instalasi jEdit dapat ditambahkan beberapa plugin. Untuk menambahkan plugin, dapat dilakukan dengan menjalankan jEdit, lalu pada menu klik: “Plugins>Plugin Manager…”.

Beberapa plugin yang untuk web developer antara lain:

  • jTidy: HTML/XML code formatter
  • PHP-Parser: parsing PHP code dan sangat berguna untuk PHP programmer. Menurut penilaian saya pribadi PHP-Parser untuk jEdit jauh lebih bagus dari PHP-Parser yang dimiliki Eclipse-PDT.
  • Info Viewer: mengintegrasikan jEdit dengan aplikasi lain, misalkan browser.
  • Project Viewer: project manager untuk jEdit.
  • SVNPlugin: merupakan plugin untuk Subversion yang terintegrasi dengan jEdit, depend on Project Viewer plugin. Sangat-sangat berguna untuk versioning dan bermanfaat untuk project besar dengan banyak developer (see snapshoot: “Powered by Subversion”).

Berbagai plugin lain yang mungkin berguna adalah:

  • Sidekick: dockable window, agar menu atau plugin dapat ditempatkan sesuai keinginan kita (see snapshoot: “My jEdit Setting”). Plugin ini sangat dianjurkan, dan berbagai plugin lain banyak yang depend ke plugin SideKick ini.
  • MacroManager: manager untuk edit/create/download macro. Macro dalam jEdit sangat powerfull, seperti bisa dilihat pada video dibawah: “What Macro Can Do?”.
  • FTP dan SSHConsole plugin.
  • SQL untuk berbagai kebutuhan query ke database.
  • XML dan XMLIndenter.
  • ErrorList.

Tips

1. Setting Info Viewer

Untuk membuka file yang sedang diedit pada browser, pertama-tama kita harus menambahkan plugin Info Viewer. Lalu, misalkan untuk membuka browser Firefox, lakukan beberapa konfigurasi pada plugin Info Viewer seperti berikut:

  • Plugins>Plugins Options…
  • Info Viewer>Choose Browser
  • Pilih/select: “External Browser”
  • Pada field “External Browser Command”, bila ingin membuka dengan Firefox maka masukkan nilai berikut  :
    (default: netscape -remote openURL($u) -raise)

    Windows:
    C:\PROGRA~1\MOZILL~1\FIREFOX.EXE -url "$u" -requestPending
    Linux:
    firefox -url "$u" -requestPending

2. Setting Project Viewer dan PHP Project

Sebagaimana disinggung diatas, Info Viewer dapat membantu menampilkan file yang sedang diedit langsung ke browser. Kelemahannya, Info Viewer akan membuka browser dengan url fisikal, misalkan “C:\\apache\htdocs\myproject\file1.php“. Bila ingin membuka file dengan url root (environment) server, maka saatnya menggunakan plugin Project Viewer.

Dengan plugin Project Viewer ataupun plugin PHP Project kita dapat membuka browser dengan url root server, misalkan “http://localhost/myproject/file1.php“. Caranya adalah dengan meng-create project, lalu pada “root url” project kita masukkan nilai “http://localhost/myproject/” (atau sesuai dengan lokasi project anda). Maka semua file yang diedit dalam project tersebut akan dibuka pada browser sesuai root url project yang diberikan.

3. Setting SVNPlugin

Kita tentu sudah sering mengalami bagaimana sulitnya mengatur revision atau versioning dalam project yang kita kelola, terlebih bila kita mengerjakan project dalam sebuah tim yang lebih dari 1 orang. Mungkin sudah saatnya kita ‘melirik’ Subversion untuk mengatasi semua keribetan ini.

Subversion dapat diinstall di PC lokal atau server. Agar dapat dikelola via web-based, kita dapat menambahkan module WebDav pada Apache.

Untuk editor pemrograman, kini saatnya menggunakan jEdit, dengan tambaha plugin SVNPlugin. Seluruh perintah Subversion, seperti checkout, commit, lock, unlock, dan lain-lain, semuanya dapat dilakukan cukup dari jEdit. Lihat: Snapsoot “Powered by Subversion” untuk lebih jelas.

Sebagai tambahan, untuk aplikasi web-basednya, kita dapat menambahkan  WebSVN (untuk viewer) dan WebUSVN (untuk administrasi), kedua-duanya berbasis PHP.

Snapshot

My jEdit Setting

My jEdit Setting

Powered by Subversion

Powered by Subversion

Info Viewer Plugin

Info Viewer Plugin

What Macro Can Do?

References


4 Comments

  1. Zaenal says:

    Nampaknya harus bikin tutorial menginstall dan menjalankan:
    —–
    * Apache 2.2 with Dav mod (webdav/subversion module)
    * WebSVN (SVN client) under PHP
    * WebUSVN (SVN admin) under PHP
    * JEdit with Subversion Plugin
    —–
    @zaenal

  2. autisboy says:

    wew. neat!

    harus dicoba nih.
    saat ini sih, saya masih mengandalkan notepad++.

    makasi atas tutornya mas.

  3. paydjo.Net says:

    di ubuntu jebul tinggal sudo apt-get install jedit

    thnx infonya, jadi punya alternatif editor nich :D

  4. tommy says:

    Excellent article, I will take note. Many thanks for the story!

Leave a Reply