Instalasi Subversion pada Server Apache

Posted in Know-How on November 1st, 2009 – Tags: , , , Be the first to comment

Melanjutkan tulisan “jEdit: Programming Editor” yang menyinggung penggunaan Subversion untuk manajemen versioning, pada tulisan ini akan dibahas khusus menyangkut instalasi Subversion pada server Apache.

Table of Content:
1. Sekilas Mengenai Subversion
2. Instalasi Subversion dan Konfigurasi Apache
3. jEdit dan Subversion
4. Download Sample Configuration

Part I: Sekilas Mengenai Subversion

Apakah Subversion itu?

Bayangkan, sekelompok orang terlibat project yang menyangkut banyak folder dan file. Lantas, bagaimana kita melihat perubahan dan penambahan atas dokumen tersebut? Siapa yang melakukannya dan kapan perubahan terjadi? Bagaimana menyelesaikan ‘konflik’ bila ada 2 orang yang melakukan perubahan atas satu file yang sama? Disinilah Subversion berperan.


Version Control with Subversion (Paperback)

By (author) C. Michael Pilato, Ben Collins-Sussman, Brian W. Fitzpatrick

List Price: $39.99 USD
New From: $22.67 In Stock
Used from: $14.89 In Stock

Secara singkat: Subversion adalah aplikasi untuk mengontrol versioning dokumen (version control system), yang dapat menjadi medium kolaborasi project serta mengelola dokumen project beserta segala perubahan yang terjadi atas dokumen tersebut. Dan karena versi-versi perubahan dokumen terdokumentasi, dengan mudah kita bisa melacak versi lama suatu dokumen, dan–bila diperlukan–dapat mengembalikan dokumen tersebut ke versi tertentu.

Subversion dirilis secara open-source, dan hari ini telah banyak developer yang membuat plugin atau bundle installer yang mengintegrasikan Subversion dengan berbagai aplikasi lain, seperti Subversion untuk Desktop (terintegrasi dengan shell Windows Explorer), plugin untuk Microsoft Office dan Visual Studio, dan lain-lain. Lebih jauh tentang Subversion bisa dibaca pada SVNBook (Subversion Manual).

Apakah Subversion merupakan tools yang tepat untuk saya gunakan?

* Jika kita perlu arsip atas suatu dokumen beserta logs perubahannya, maka Subversion adalah tool yang tepat. Baik untuk keperluan pribadi maupun kelompok kerja, Subversion sangat berguna untuk mendokumentasikan pekerjaan.

* Jika kita ingin melakukan kolaborasi dokumen–baik melalui intranet maupun internet–serta mencatat siapa yang melakukan perubahan dan perubahan yang dilakukannya, maka Subversion merupakan tools yang dapat membantu dan sangat bermanfaat.

* Perusahaan punya 4 sekretaris, dan mereka bekerja sama membuat berbagai dokumen. Bahkan untuk jenis pekerjaan seperti ini Subversion bisa digunakan. Tentunya, demi kemudahan, berbagai plugin atau paket Subversion tertentu harus diinstall di PC para sekretaris.

Apakah kita harus menginstall Apache untuk menjalankan Subversion?

Tidak. Subversion adalah aplikasi stand alone (tidak memerlukan aplikasi lain) dan dapat dijalankan tanpa menginstall Apache—maupun aplikasi lainnya yang dikemukakan dalam tulisan ini. Apache dibutuhkan manakala kita ingin mengakses Subversion melalui web (protokol HTTP).

Selain Apache, apakah Subversion memerlukan CGI, Java, PHP dan MYSQL agar bisa diakses melalui web?

Tidak, cukup Apache. Aplikasi seperti CGI, Java dan PHP hanya diperlukan manakala kita ingin memasang Subversion Administration berbasis web. Aplikasi berbasis web seperti ini tersedia dalam berbagai bahasa pemrograman, seperti PHP, Java, CGI, dan lain-lain. Silahkan sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Apa hubungannya dengan jEdit?

Seperti terdapat dalam tulisan “jEdit: Programming Editor”, jEdit mensuport hampir semua command Subversion. Tentunya dengan menambah plugin Subversion (SVNplugin) untuk jEdit.

Sebagai contoh, katakanlah, seorang programer terlibat kolaborasi open-source di internet, misalkan blog WordPress. Manakala hendak meretrieve source WordPress atau mengupdate perubahan, maka sang programer dapat melakukan semuanya melalui jEdit tanpa harus menggunakan aplikasi lain.

Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan Subversion?

Pada environment Windows, command prompt (console DOS) diperlukan untuk berbagai kebutuhan administrasi, misalkan untuk membuat repository baru. Contoh perintahnya adalah seperti di bawah:

svnadmin create PATH_TO_REPOSITORY_NAME

Notepad, jEdit atau text editor lain juga diperlukan untuk mengedit manajemen user. Manajemen user Subversion compatible dengan Apache, yakni menggunakan flat-file seperti htpasswd untuk autentikasi user.

Bila kita tidak terbiasa dengan console atau ingin kemudahan, terdapat berbagai aplikasi yang dapat kita gunakan. Beberapa aplikasi berbasis web untuk manajemen Subversion adalah USVN dan SVNManager.

Catatan:

Meski default instalasi dalam Windows biasanya terletak di C:\Program Files, dalam tulisan ini aplikasi-aplikasi diasumsikan diinstal di folder D:\server\. Silahkan sesuaikan dengan preference pribadi.

Pages: 1 2 3 4


Leave a Reply