Arab pra-Islam: Penjaga Rumah Suci Kabah
Posted in Sejarah on February 26th, 2010 by Zaenal M. – Be the first to commentPersaingan mendapatkan sumber air dan padang rumput merupakan unsur utama pemicu konflik, yang membelah masyarakat gurun menjadi beragam suku. Namun, di saat bersamaan, menghadapi kondisi alam yang keras telah menumbuhkan kepentingan dan nilai luhur untuk menjalankan tugas suci: menghormati tamu.
Tidak bersikap ramah atau malah mengganggu tamu–di negri yang tidak mengenal penginapan–merupakan pelanggaran berat, bukan saja terhadap norma dan kehormatan sosial, tetapi juga penghinaan kepada sang Pencipta. Hal ini pun tercermin dalam persaingan masyarakat Arab untuk menjadi penjaga rumah suci Kabah, dan menjadi pelayan Tuhan dalam menghormati tamu-tamu Allah yang setiap tahun datang berhaji ke Mekkah. read more »
