<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lokamaya</title>
	<atom:link href="http://blog.lokamaya.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.lokamaya.net</link>
	<description>Menjelajahi Dunia Maya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 May 2010 05:08:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=9969</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sri Mulyani, Media Massa Kita dan Demokrasi</title>
		<link>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sri-mulyani-media-massa-dan-demokrasi</link>
		<comments>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sri-mulyani-media-massa-dan-demokrasi#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 05:07:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zaenal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gado-Gado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lokamaya.net/?p=752</guid>
		<description><![CDATA[Orang yang mengerti benar tentang politik dan hukum--dan yang tidak mempunyai kepentingan pribadi atas enyahnya Sri Mulyani dari posisi menteri--pasti tidak akan berani mengatakan bahwa Sri Mulyani sudah menjadi terindikasi--apalagi menjadi tersangka--dalam tindak pidana korupsi (baca: pengucuran dana talangan terhadap Bank Century). Tapi penonton yang tidak mengerti benar tentang politik dan hukum, pasti akan "termakan" oleh manipulasi yang dilakukan oleh TV One tersebut. Bahkan nona-nona cantik tapi masih "ingusan" yang menjadi reporter atau penyiar di stasiun-stasiun tersebut sering juga jadi terkesan menyebalkan karena kenaifannya terhadap perpolitikan dan ketidak-tahuannya terhadap hukum. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi malam (Rabu malam, 5 Mei 2010) ada acara &#8220;Apa Kabar Indonesia&#8221; di TV One. Dengan dipandu oleh Tina Taliisa yang menggemaskan itu, sejumlah politisi dan pengamat (baca: hantu-blau) sedang membicarakan isyu rencana mundurnya Sri Mulyani dari jabatan Meteri Keungan RI untuk kemudian menerima tawaran Bank Dunia menjadi Direktur Pelaksana.<span id="more-752"></span></p>
<p>Terlihat dengan jelas bagaimana tidak fair-nya stasiun televisi kepunyaan Aburizal Bakrie&#8211;yang notabene adalah lawan politik Sri Mulyani itu&#8211;memperlakukan Sri Mulyani. Dari Partai Demokrat yang mengusung Opsi C di dalam Pansus Angket Bank Century, dan yang karenanya juga adalah pendukung Sri Mulyani dalam memberikan dana talangan itu, mereka hanya mengundang politisi sekaliber Ruhut Sitompul. Sementara itu dari Partai Golkar mereka mengundang Priyo Budi Santoso, dari PDIP mereka mengundang Ara Sirait, dari pengamat mereka mengundang Ishanudin Noorsay (yang posisinya ke kiri dan ke kanan itu) dst. Tentu saja retorika Ruhut Sitompul tidak akan mampu memberikan bobot pembelaan terhadap Sri Mulyani dalam melawan retorika politik yang dibungkus dalam &#8220;bahasa seolah-olah hukum&#8221; yang digunakan oleh Priyo Budi Santoso dan Ara Sirat untuk mendiskreditkan Sri Mulyani.</p>
<p>Kemudian selama diskusi tersebut berlangsung, diperlihatkan pula di pojok layar teve berbagai SMS yang masuk dari penonton sehubungan dengan isyu yang sedang dipercakapkan. Terhitung bahwa 75% dari pesan SMS itu mendiskreditkan Sri Mulyani. Dan siapa yang bisa percaya bahwa pesan itu tidak diedit dan diseleksi dulu sebelum ditayangkan?</p>
<p>Orang yang mengerti benar tentang politik dan hukum&#8211;dan yang tidak mempunyai kepentingan pribadi atas enyahnya Sri Mulyani dari posisi menteri&#8211;pasti tidak akan berani mengatakan bahwa Sri Mulyani sudah menjadi terindikasi&#8211;apalagi menjadi tersangka&#8211;dalam tindak pidana korupsi (baca: pengucuran dana talangan terhadap Bank Century). Tapi penonton yang tidak mengerti benar tentang politik dan hukum, pasti akan &#8220;termakan&#8221; oleh manipulasi yang dilakukan oleh TV One tersebut. Bahkan nona-nona cantik tapi masih &#8220;ingusan&#8221; yang menjadi reporter atau penyiar di stasiun-stasiun tersebut sering juga jadi terkesan menyebalkan karena kenaifannya terhadap perpolitikan dan ketidak-tahuannya terhadap hukum.</p>
<p>Di salah satu acara televisi, sehubungan dengan isyu pengunduran diri Sri Mulyani tersebut, seorang reporter bertanya kepada Wimar Witoelar, mantan jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid itu, &#8220;Dia pindah ke Washington DC, sementara dia masih terjerat masalah hukum di Indonesia. Bagaimana pendapat Bapak?&#8221; Jawab Wimar Witoelar, &#8220;Sri Mulyani tidak pernah terjerat masalah hukum, Sri Mulyani terjerat masalah politik. Yang memvonis Sri Mulyani terjerat masalah hukum itu kan cuma DPR dan media, yaitu Metro TV dan TV One&#8230;.&#8221;</p>
<p>Kasus TV One seperti tersebut di atas hanyalah satu dari sekian banyak contoh tentang bagaimana media massa memanipulasi informasi dan menggalang opini publik untuk kepentingan kelompok tertentu. Contoh lain yang paling gamblang ialah ketika Aburizal Bakrie (pemilik TV One) bersaing dengan Surya Paloh (pemilik Metro TV) dalam memperebutkan kedudukan ketua umum Partai Golkar. Metro TV tak putus-putusnya mengangkat masalah Lapindo, sementara TV One meng-counter dengan terus-menerus memberitakan prestasi baik Aburizal Bakrie. (Kebetulan Surya Paloh tidak mempunyai dosa yang bagus untuk dijual kepada publik).</p>
<p>Disinformasi atau ignorance publik terhadap sebuah isyu juga acapkali terjadi karena faktor kemalasan media. Salah satu contoh yang paling segar dalam ingatan ialah ketika TV One &#8220;menukang-nukangi&#8221; seseorang untuk mengaku sebagai makelar kasus di Kepolisian RI dan berbicara tentang apa yang dilakukannya. Contoh lain adalah ketika media massa hanya menjadi sekedar corong dan panggung dari orang-orang yang punya kepentingan tertentu. Hal seperti itu nyata sekali terlihat dalam acara-acara debat politik atau hukum. Segala pengamat, politisi atau pengacara berbicara dengan berlomba bersuara lebih keras. Tapi sampai pada akhir acara, penonton tidak pernah menjadi tercerahkan atau menjadi lebih baham tentang duduk perkara sebenarnya dari isyu yang sedang diprdebatkan.</p>
<p>Kalau hanya sekedar menyediakan panggung dan corong, maka itu bukan media massa. Itu adalah event organizer. Media massa harus mengambil peranan lebih jauh dari sekedar menjadi event organizer. Media massa harus bisa melakukan investigasi, mencari informasi yang tersembunyi, lalu membeberkannya agar publik menjadi paham. Dan pemahaman publik itulah yang pada gilirannya akan dipakai sebagai keputusan ketika memilih sebuah partai atau figur dalam pemilihan jabatan publik, atau ketika melakukan tekanan terhadap kekuasaan dalam bentuk petisi, demonstrasi dsb.</p>
<p>Sakandal Watergate di AS, yang pada akhirnya berujung pada mundurnya Presiden Nixon, pada mulanya bukanlah hasil dari pekerjaan &#8220;Pansus Watergate&#8221; di Senat AS. Dia bermula dari investigasi dua wartawan The Washington Post, yang membeberkan hasil investigasinya di suratkabarnya. Investigasi kedua wartawan itu mengundang berbagai fihak untuk secara diam-diam juga memberikan informasi tambahan. Salah satu fihak yang sangat terkenal itu adalah &#8220;The Deep Throat&#8221;&#8211;meminjam judul sebuah filem porno yang sangat terkenal pada waktu itu. Di kemudian hari, setelah kasus itu menjadi isu publik, maka barulah Senat membentuk komisi penyelidikannya.</p>
<p>Bandingkanlah apa yang dilakukan oleh media massa AS, dengan apa yang dilakukan oleh media massa Indonesia. Media massa kita hanya menangkap apa yang muncul di permukaan, dan yang umumnya disuarakan oleh para tokoh. Sampai berbulan-bulan setelah isu Bank Century mencuat, mayarakat tak pernah bisa paham bagaimana sebenarnya gambaran dari &#8220;puzzle&#8221; yang membingungkan itu. Ada kasus Susno dengan uang Budi Sampurna, ada rapat KSSK, ada manipulasi Robert Tantular, ada Artaboga, dsb. Gambaran puzzle itu barulah bisa sedikit bisa diraba setelah DPR melakukan rapat-rapat Pansus. Dan sampai sekarang pun gambaran yang dimiliki oleh masyarakat itu adalah hasil dari apa yang dibicarakan di gedung DPR itu dan dikutip tanpa tedeng aling-aling oleh media massa. Nyaris tidak ada upaya media massa untuk mengorek dari sumber-sumber &#8220;Deep Throat&#8221; apa sesungguhnya yang terjadi.</p>
<p>Hal yang sama juga terjadi dengan kasus kerusuhan Terimal Peti Kemas Koja. Media massa hanya sibuk dan asyik merekam apa yang kelihatan dan terdengar di permukaan: Satpol PP yang sedang melakukan perang dengan massa, orang-orang pinggir jalan yang bercerita tentang sejarah Mbah Priok dan legalitasnya, dan tokoh-tokoh yang memberikan pernyataan sesuai dengan kepentingannya masing-masing. Dan karena menyadari bahwa televisi itu adalah panggung, maka mereka tentu saja sangat mengatur dandanan dan gaya bicaranya. Sampai kasus tersebut usai tak pernah ada usaha dari media massa untuk memverifikasi berbagai klaim yang diutarakan dengan suara keras itu: Bagaimana duduk perkara sengketa tanah itu? Siapa Mbah Priok itu menurut sejarawan? Bagaimana hubungan mereka yang mengaku ahli waris itu dengan Mbah Priok? Bahkan&#8211;alih-alih mencoba mencari akar sebenarnya dari sengketa itu&#8211;media massa mengajak masyarakat untuk sibuk berdebat tentang pembubaran Satpol PP.</p>
<p>Media massa adalah salah satu pilar dari kehidupan demokrasi yang sehat, disamping partai politik dan institusi lainnya. Tapi kalau partai politik dan media massa &#8220;sakit&#8221;, demokrasi yang bagaimana lagi yang kita harapkan akan tumbuh dari sana?</p>
<p>Demokrasi yang sehat tidak akan mungkin dibangun hanya dengan menyelenggarakan Pemilu oleh masyarakat yang memiliki informasi yang salah atau jauh dari memadai, dan yang keputusannya untuk memilih lebih didasarkan atas berapa besarnya kaos oblong dan sembako yang diterimanya pada saat &#8220;Serangan Fajar&#8221;.</p>
<p><strong>Oleh: Mula Harahap<br />
<em>Dikutip dari &#8220;Notes&#8221; Mula Harahap di Facebook</em></strong></p>
<p><br /><cite>Article by <a xmlns:cc="http://creativecommons.org/ns#" href="http://blog.lokamaya.net/about" property="cc:attributionName" rel="cc:attributionURL">Zaenal Muttaqin</a>. Under <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/3.0/">Creative Commons License</a>. &uml; 2010 <a xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" href="http://blog.lokamaya.net" rel="dc:source">Lokamaya</a>.</cite></p>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sri-mulyani-media-massa-dan-demokrasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Highlight Post Widget Plugin</title>
		<link>http://blog.lokamaya.net/code-php/highlight-post-widget-plugin</link>
		<comments>http://blog.lokamaya.net/code-php/highlight-post-widget-plugin#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 17:13:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zaenal</dc:creator>
				<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lokamaya.net/?p=548</guid>
		<description><![CDATA[The purpose of this plugin is simple. I want to list recents update of my posts with litle notes on it. Similiar to default "Recent Post" by Wordpress, but this one sort the post by last modified time and add litle notes about the change or update created.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-598 alignleft" title="wordpress-logo" src="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/wordpress-logo-1202.gif" alt="" width="86" height="86" />The purpose of this plugin is simple. I want to list recents update of my posts. Similiar to default &#8220;Recent Posts Widget&#8221; by Wordpress, but this one sort the post by <em>last modified</em> time and enable to add a <em>short </em>note about change or update being made.<span id="more-548"></span></p>
<p>For example, I maintaince a wordpress plugin (we name it, &#8220;Hollydolly Plugin&#8221;) and create a post about it on my blog. And because the nature of blog&#8212;when new posts are added the older ones are taken down automatically&#8212;it&#8217;s only a matter of time that post &#8216;disappeared&#8217; from frontpage and no longer seen by visitor. So, when I release a new version of &#8220;Hollydolly Plugin&#8221; and updated <em>the old post</em> about it, unfortunately, there is no way I can do to &#8216;attract&#8217; visitor to read (again) that post.</p>
<p>Right, in the new version of Wordpress (since version 2.7) there is an option to make it as <em>sticky post</em>&#8212;make it listed on the top of frontpage. But that not my choice. I want to list it on my sidebar and displayed all over my blog. So I create this plugin for that purpose.</p>
<p>You can see the <strong>live example</strong> of this plugin on my sidebar. There are some menu on the sidebar; where the last one  was genereated by this plugin.<br />
<br />
<br />
<div id="aTabbityGroup" class="_tabbityGroupClass wp-tabbity-group"><ul><li class="_tabbityOClass wp-tabbity"><a href="#_tabSnapshot">Snapshot</a></li><li class="_tabbityOClass wp-tabbity"><a href="#_tabInstallations">Installation</a></li><li class="_tabbityOClass wp-tabbity"><a href="#_tabConfigurations">Configuration</a></li></ul><div id="_tabSnapshot"></p>
<p style="text-align: center; font-size: 12px;"><img class="size-full wp-image-550" title="snapshoot" src="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/snapshoot.png" alt="" width="550" height="260" /><br />
<a href="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/snapshoot.png" target="_blank">view larger image</a></p>
<p>Add or edit the custom field to be displayed as a note on the sidebar.</div><div id="_tabInstallations"></p>
<dl>
<dt><strong>Requirement</strong></dt>
<dd>I create this plugin for Wordpress <strong>version 2.9</strong>. I never test it on lower version, but I think it should work on Wordpress version 2.8 that support <em>dynamic sidebar</em>. Right, you also must use &#8216;<em>widget ready</em>&#8216; theme. </dd>
<dd> </dd>
<dt><strong>Installation</strong></dt>
<dd>Here  (manual) installation and the download url.</p>
<ul style="font-size: 85%;">
<li>Download the plugin to your computer from link below:<br />
<a title="Highlight Post Widget for Wordpress" href="http://wordpress.org/extend/plugins/highlight-post-widget/" target="_blank">http://wordpress.org/extend/plugins/highlight-post-widget/</a>.</li>
<li>Extract the source code and upload it to your wordpress plugin directory.</li>
<li>Login to WP-Admin and activate Highlight Post plugin from Plugins page.</li>
</ul>
</dd>
<dt><strong>Appearance (CSS)</strong></dt>
<dd>I did not add any CSS to this plugin. By default, it will use the standard style, as same as &#8220;Recent Post&#8221; widget.</p>
<p>Below are the hint to change the style of this widget. Just add the code below to your style.</p>
</dd>
<dd>Template CSS:<code>/*Template CSS*/<br />
#sidebar li.widget_highlight_post {<em>your_code_goes_here</em>}<br />
#sidebar li.widget_highlight_post span.highlight_separator {<em>your_code_goes_here</em>}<br />
#sidebar li.widget_highlight_post span.highlight_note {<em>your_code_goes_here</em>}</code></dd>
<dd>Example CSS:<code>/*Example CSS*/<br />
#sidebar li.widget_highlight_post {}<br />
#sidebar li.widget_highlight_post a span.highlight_separator{font-weight: bold; color: #999999 !important;}<br />
#sidebar li.widget_highlight_post a span.highlight_note{display: block; color: #999999 !important; font-size:11px; line-height:100%;}<br />
</code></dd>
</dl>
<p></div><div id="_tabConfigurations">The configuration is easy. Just Login to WP-Admin and go to Appearance &gt; Widgets. Drag &#8220;Higlight Post&#8221; widget to sidebar, and you can configure this plugin from there.</p>
<h4 style="margin: 10px 0 0 0 !important;">A. Widget Configuration</h4>
<dl style="font-size: 85%;">
<dt><em><span style="color: #800000;"><strong>Title</strong></span></em></dt>
<dd>The title of the sidebar (default: <span style="color: #ff0000;">Highlighted Posts</span>)</dd>
<dt><em><span style="color: #800000;"><strong>Meta Key</strong></span></em></dt>
<dd>The name of custom field that you want to use (default: <span style="color: #ff0000;">highlight</span>)</dd>
<dt><em><span style="color: #800000;"><strong>Number</strong></span></em></dt>
<dd>The number of post you want to show (max: <span style="color: #ff0000;">5 post</span>)</dd>
<dt><em><span style="color: #800000;"><strong>Separator</strong></span></em></dt>
<dd>Separator between post title and the notes (default: <span style="color: #ff0000;">#raquo;</span>)</dd>
</dl>
<h4 style="margin: 10px 0 0 0 !important;">B. Post Configuration</h4>
<p>Just add new <em>custom field</em> to the post. And add some value you want to display as a notes (see: snapshoot). The name of <em>custom field</em> must be same as <strong>Meta Key</strong> you configured earlier.</p>
<h4 style="margin: 10px 0 0 0 !important;">C. Sorting &amp; Removing</h4>
<p>This plugin list the post base on <em>last modified</em> time. Just update your post and click <em>Publish </em>button, to make it on top. Updating custom field does not mean you update/modified the post, except you click &#8220;Publish&#8221; button.</p>
<p>To remove the post from the list, just delete the custom field you created above&#8230;<br /></div></div></p>
<p><br /><cite>Article by <a xmlns:cc="http://creativecommons.org/ns#" href="http://blog.lokamaya.net/about" property="cc:attributionName" rel="cc:attributionURL">Zaenal Muttaqin</a>. Under <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/3.0/">Creative Commons License</a>. &uml; 2010 <a xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" href="http://blog.lokamaya.net" rel="dc:source">Lokamaya</a>.</cite></p>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.lokamaya.net/code-php/highlight-post-widget-plugin/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Pengantar: Online Payment System</title>
		<link>http://blog.lokamaya.net/to-know/pengantar-sistem-pembayaran-online</link>
		<comments>http://blog.lokamaya.net/to-know/pengantar-sistem-pembayaran-online#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 09:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zaenal M.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Know-How]]></category>
		<category><![CDATA[ecommerce]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lokamaya.net/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara masalah e-commerce, kita tidak bisa mengindar dari pembahasan "online payment" atau sistem pembayaran online. Pada tulisan ini saya hanya akan memberikan penjelasan seputar kosa-kata yang terkait, tanpa membahas lebih dalam sistemnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_478" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-478  " title="real-payment" src="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/real-payment-150x150.jpg" alt="Realtime payment Processing" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Realtime Payment</p></div>
<p>Berbicara masalah e-commerce, kita tidak bisa mengindar dari pembahasan &#8220;online payment&#8221; atau sistem pembayaran online. Pada tulisan ini saya hanya akan memberikan penjelasan seputar kosa-kata yang terkait, tanpa membahas lebih dalam sistemnya.</p>
<p>Bagi kebanyakan orang, vocabularies (kosa kata) seputar online payment system memang kerap terdengar asing. Ya, harus diakrabi saja&#8230;.<span id="more-477"></span></p>
<h2>Kosa Kata</h2>
<p><strong>Merchant Account:</strong> kontrak yang dikeluarkan institusi keuangan agar kita dapat menerima pembayaran dengan kartu kredit (line of credit). Untuk mendapatkan merchant account kita dapat mengajukan ke bank lokal (credit card issuer), atau pun melalui agen di internet yang biasa disebut Merchant Account Provider.</p>
<p><strong>Merchant Account Provider:</strong> provider/agen di internet yang menawarkan line of credit berupa merchant account, dan biasanya juga sekaligus menyediakan software serta peralatan untuk transaksi kartu kredit. Provider-provider ini bekerjasama dengan bank (setempat) yang menawarkan (issuer) merchant account; sehingga umumnya hanya diperuntukan bagi merchant dari negara yang sama—sejauh ini hanya sedikit yang menerima merchant dari Indonesia.</p>
<p><strong>Secure Gateway Provider:</strong> penyedia layanan yang menghubungkan website merchant dengan Merchant Processor.</p>
<p><strong>Merchant Processor:</strong> layanan untuk memproses transaksi kartu kredit atau check. Umumnya penyedia jasa Secure Gateway Provider adalah sekaligus penyedia layanan Merchant Processor, namun ada juga yang terpisah atau berbeda perusahaan.</p>
<p><strong>Virtual Terminal:</strong> online terminal yang ditujukan untuk memproses kartu kredit secara manual melalui internet. Serupa dengan telemarketing, hanya saja virtual terminal menggunakan browser dan jaringan internet.</p>
<p><strong>SSL (Secure Server Layer):</strong> SSL, atau yang sekarang disebut <strong>TLS</strong> (Transport Layer Security), adalah protokol yang menjamin sekuritas transfer data yang dienkripsi melalui jaringan TCP/IP seperti internet.</p>
<p><strong>Third Party Payment Provider:</strong> penyedia layanan transaksi online alternative, tanpa pra-syarat kepemilikan merchant account.</p>
<h2>Real-Time versus Deferred Transaction</h2>
<p>Adanya kartu kredit telah memungkinkan kita melakukan transaksi ‘tanpa uang cash’ secara real-time. Dan berbeda dari transaksi konvensional, dalam transaksi real-time perpindahan uang berlangsung seketika. Seluruh prosesnya terintegrasi di internet.</p>
<p>Adapun kebanyakan situs-situs di Indonesia saat ini masih menggunakan metode pembayaran konvensional, yakni dengan direct deposit (transfer bank) atau memakai jasa courier, seperti wesel pos, western union dan sejenisnya.</p>
<p>Dalam penggunaan kartu kredit juga dikenal model pembayaran “non-realtime” seperti ini, yang biasa disebut deferred transaction atau offline sales. Keuntungan dari <em>deferred </em>transaction adalah kita bisa memeriksa dan menarik pembayaran secara manual sebelum memproses pegiriman barang. Proses pembayarannya sendiri dapat dilakukan dengan Point of Sale (POS) Terminal , Mail Order/Telephone Order (MOTO) atau pun Virtual Terminal melalui internet.</p>
<p>Namun deferred transaction memiliki kekurangan tersendiri. Selain transaksi tidak real time, kit pun harus menyiapkan instrumen server dan jaringan yang secure karena data kartu kredit konsumen akan disimpan dalam server kita sebelum diproses secara manual. Jaringan yang harus diamankan adalah: server, email dan akses internet. Selain itu karyawan yang bertanggung-jawab atas tugas ini harus ‘amanah’ (zero-tolerance).</p>
<p>Kebalikan dari deferred transaction adalah real-time transaction. Dalam real-time transaction, semua proses terintegrasi di internet; dan kita sama sekali tidak membutuhkan untuk menyimpan data kartu kredit konsumen, baik di server maupun email. Proses dari suatu real time transaction dapat dilihat pada gambar di bawah.</p>
<p>Sebagai catatan, melakukan transaksi kartu kredit di internet memiliki banyak prasyarat. Selain harus memiliki merchant account (yang dikeluarkan bank) untuk menerima pembayaran, juga harus berlangganan &#8220;payment gateway&#8221; untuk memproses kartu-kredit secara online, serta menyediakan SSL untuk sekuritas transaksi. SSL adalah syarat yang akan diminta oleh semua provider.</p>
<div id="attachment_478" class="wp-caption aligncenter" style="width: 520px"><a href="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/real-payment.jpg"><img class="size-full wp-image-478   " title="real-payment" src="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/real-payment.jpg" alt="Realtime payment Processing" width="510" height="541" /></a><p class="wp-caption-text">Realtime payment Processing</p></div>
<h2>Third Party Merchant Account</h2>
<p>Umumnya pengguna internet tentu sudah mendengar nama &#8220;Paypal&#8221;. Benar, Paypal merupakan salah satu contoh dari third party payment provider, dari sekian banyak perusahaan sejenis yang ada di internet.</p>
<p>Seperti telah disinggung dalam definisi di atas, <em>third party merchant account</em> adalah &#8220;merchant account&#8221; yang dikeluarkan oleh <em>third party payment provider</em>. Dengan mendaftar pada provider seperti ini kita tidak membutuhkan merchant account yang dikeluarkan <em>issuer</em> untuk memproses transaksi kartu kredit.</p>
<p><em>Bagaimana mungkin? Bukankah untuk memproses kartu kredit kita harus memiliki merchant account?</em></p>
<p>Secara sederhana dapat dikatakan <em>third party payment provider</em>, seperti Paypal, merupakan pemegang &#8220;merchant account&#8221; yang sesungguhnya. Dia kemudian berperan sebagai pihak ketiga untuk memproses transaksi antara pemilik situs (penjual) dengan pengunjung situs (konsumen). Dalam hal ini Paypal akan &#8216;meminta&#8217; komisi atas layanannya sebagai &#8216;pihak ketiga&#8217; yang memproses kartu kredit.</p>
<p>Pada awalnya setiap uang yang ditransaksikan di situs tentunya masuk ke rekening bank Paypal&#8211;bukan ke rekening pemilik situs. Tetapi kemudian kita dapat menarik uang tersebut dari Paypal, misalkan melalui check atau transfer ke rekening bank di Indonesia&#8211;tentunya setelah dipotong &#8216;komisi&#8217; untuk Paypal.</p>
<p><em>Manakah yang lebih baik, memiliki merchant account sendiri atau menggunakan third-party merchant account?</em></p>
<p>Memiliki merchant account tidaklah mudah didapat dan ongkos setup secara keseluruhan cukup mahal, karena harus berlangganan payment gateway dan SSL. Sebaliknya, meski setup third-party merchant account umumnya gratis, namun komisi per transaksinya cukup besar.</p>
<p>Karenanya faktor untuk memilih antara third-party dan real merchant ditentukan oleh seberapa besar transaksi yang terjadi di situs Anda dan seberapa besar revenue yang dihasilkan.</p>
<h2>Example Cost</h2>
<dl>
<dt><strong>A. Menggunakan Merchant Account dan Payment Gateway Sendiri</strong> </dt>
<dd>Contoh provider: <strong>Citibank </strong>(untuk Merchant) dan <strong>Authorize.Net</strong> (untuk payment gateway)</dd>
<dd> </dd>
<dd> <span style="font-size: smaller;">*) Ini hanya cost untuk &#8220;payment gateway&#8221; saja, belum termasuk cost untuk &#8220;merchant account&#8221;.</span> </dd>
<dd><strong><em>#Basic Cost</em></strong><br />
- Setup Fee $99.00<br />
- Monthly Gateway Fee $20.00<br />
- Per-Transaction Fee $0.10</dd>
<dd> </dd>
<dd><strong><em>#Value-Added Cost (optional)</em></strong><br />
<em>Automated Recurring Billing (ARB)</em><br />
- Setup Fee $0.00<br />
- Monthly Fee $10.00<br />
<em>Advanced Fraud Detection Suite (AFDS)</em><br />
- Setup Fee $0.00<br />
- Monthly Fee $9.95<br />
<em>Customer Information Manager (CIM)</em><br />
- Setup Fee $0.00<br />
- Monthly Fee $20.00</dd>
<dd>See: <a href="http://www.authorize.net/oap_pricing.htm" target="_blank">http://www.authorize.net/oap_pricing.htm</a></p>
<hr style="width: 25%;" /></dd>
<dt><strong>B. Menggunakan Third Party Merchant Account</strong> </dt>
<dd>Contoh provider: <strong>Paypal</strong></dd>
<dd> </dd>
<dd><strong><em>#Basic Cost</em></strong></dd>
<dd>- Setup account: $0;<br />
- per transaction fee: 2,4% + $0,30 (contoh fee terendah)</dd>
<dd> </dd>
<dd><strong><em>#Let see what happen if we have big transaction&#8230;</em></strong></dd>
<dd><em>Barang senilai $10</em></dd>
<dd>1 transaksi $10 = $0,54<br />
10 transaksi $10 = $5,4<br />
100 transaksi $10 = $54<br />
1000 transaksi $10 = $540<br />
=&gt; untuk $10000 = -$540/month</dd>
<dd><em>Barang senilai $100</em></dd>
<dd>1 transaksi $100 = $2,7<br />
10 transaksi $100 = $27<br />
100 transaksi $100 = $270<br />
=&gt; untuk $10000 = -$270/month</p>
</dd>
</dl>
<blockquote><p>See&#8230;  &#8220;third party merchant account&#8221; mencukupi untuk transaksi online dalam skala kecil. Tetapi bila jumlah transaksi per-bulan terus bertambah besar, maka ada saatnya untuk berpindah ke dedicated &#8220;merchant account&#8221; dan dedicated &#8220;payment gateway&#8221;.</p></blockquote>
<p><br /><cite>Article by <a xmlns:cc="http://creativecommons.org/ns#" href="http://blog.lokamaya.net/about" property="cc:attributionName" rel="cc:attributionURL">Zaenal Muttaqin</a>. Under <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/3.0/">Creative Commons License</a>. &uml; 2010 <a xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" href="http://blog.lokamaya.net" rel="dc:source">Lokamaya</a>.</cite></p>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.lokamaya.net/to-know/pengantar-sistem-pembayaran-online/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>E-Commerce untuk Entrepreneur</title>
		<link>http://blog.lokamaya.net/to-know/e-commerce-untuk-entrepreneur</link>
		<comments>http://blog.lokamaya.net/to-know/e-commerce-untuk-entrepreneur#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 00:45:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zaenal M.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Know-How]]></category>
		<category><![CDATA[ecommerce]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lokamaya.net/?p=468</guid>
		<description><![CDATA["Seperti apa sebaiknya e-commerce diperkenalkan kepada para mahasiswa ekonomi?" E-commerce pada dasarnya praktek ekonomi lintas disiplin, dimana aspek teknis (pemrograman, dll) bertemu dengan aspek-aspek sosial seperti ekonomi, marketing, hukum, managerial dan sebagainya. Jadi, aspek ekonomi dan managerial tidak dapat diabaikan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah seorang teman bertanya: &#8220;Seperti apa sebaiknya e-commerce diperkenalkan kepada para mahasiswa ekonomi?&#8221; Hal <strong><em>pertama </em></strong>yang terlintas di kepala: &#8220;<em>jangan terlalu teknis, kali, ya&#8230;</em>&#8220;., karena kita berhadapan dengan mahasiswa ekonomi, bukan programmer.</p>
<p>Hal lain yang kemudian terpikirkan&#8211;sebagai poin <strong><em>kedua</em></strong>&#8211;adalah: &#8220;<em>To enhance Indonesian e-commerce community, it&#8217;s must be fully supported by economic and managerial skill</em>&#8220;. Berangkat dari pengalaman mengelola website, seringkali kita hanya melulu bicara aspek teknis, tanpa menyiapkan aspek ekonomi dan/atau managerial untuk mengoperasikan situs yang dibuat.</p>
<p>Hal lain, kalau boleh ditambahkan, adalah: &#8220;<em>harus bisa membedakan antara real e-commerce </em>versus <em>e-tuti (alias tukang tipu online) seperti arisan berantai online, skema piramida online, dan lain-lain</em>&#8220;.<span id="more-468"></span></p>
<p>E-commerce pada dasarnya praktek ekonomi lintas disiplin, dimana aspek teknis (pemrograman, dll) bertemu dengan aspek-aspek sosial seperti ekonomi, marketing, hukum, managerial dan sebagainya. Dan Bila kemudian saya diminta menyusun materi kuliah e-commerce untuk fakultas ekonomi, maka berikut adalah usulan yang saya buat.</p>
<div>
<hr style="width: 200px;" /></div>
<h3>Judul Perkuliahan</h3>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #800000;">Judul Perkuliahan:</span><br />
E-commerce untuk Entrepreneur</p>
<h3>Materi Kuliah</h3>
<ol style="list-style-type: upper-roman;">
<li><strong>Internet dan E-Commerce</strong>
<ul>
<li>Internet: Sejarah dan Perkembangan</li>
<li>E-Commerce: Internet sebagai “Dunia Baru” Ekonomi</li>
<li>E-Commerce di Indonesia</li>
<li>Prospek dan Harapan</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Success Stories</strong>
<ul>
<li>Success Stories: in Indonesia</li>
<li>Other Success Stories</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Model-Model Bisnis E-Commerce</strong>
<ul>
<li>Portal dan Search Engine (google.com, yahoo.com, msn.com)</li>
<li>E-Retailer (amazon.com, overstock.com, glodok.com)</li>
<li>E-Auction (ebay.com, ubid.com)</li>
<li>E-GOODS: E-book, E-photo, E-News, E-design (lulu.com, associatedcontent.com, gettyimages.com, corbis.com, fotolia.com, dreamstime.com, shuttersctock.com, istockphoto.com, templatemonster.com)</li>
<li>Domain, Hosting Provider, Broadcasting Video Provider, Broadcasting Audio Provider</li>
<li>E-Payment dan E-Merchant (paypal.com, escrow.com, e-gold.com, 2checkout.com)</li>
<li>Services (cnet.com, zdnet.com, maxmind.com, iklanbaris.com, sentralproperty.com)</li>
<li>Others.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>E-Finance: Revolusi Finansial </strong>
<ul>
<li>Old Economy vs. New Economy</li>
<li>E-Finance Taxonomy</li>
<li>Non-Realtime Payment vs. Realtime Payment<br />
(wire/bank transfer vs credit card/e-payment)</li>
<li>Merchant Account &amp; Payment Gateway</li>
<li>Ulasan: Security di dunia internet</li>
</ul>
</li>
<li><strong>E-Marketing: Worldwide Marketing </strong>
<ul>
<li>Marketing Online: Berbayar vs. Gratis</li>
<li>Jenis-Jenis Marketing Berbayar (search engine submission berbayar, pay per click, pay per transaction, pay per “thousand” view, coupon, etc)</li>
<li>Search Engine Optimization (SEO) dan Search Engine Marketing (SEM)</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Aspek-Aspek Pendukung </strong>
<ul>
<li>Offline (Business) Aspect</li>
<li>Developer: Webmaster (internal) atau Web-Developer (external)</li>
<li>Shopping Cart Engine &amp; SSL</li>
<li>Hosting Provider</li>
<li>Shipping / Courrier Service</li>
<li>Search Engine</li>
</ul>
</li>
<li><strong>E-Commerce and Business Plan </strong>
<ul>
<li>Tinjauan: Kejatuhan perusahaan-perusahaan dotcom (1999-2001)</li>
<li>Bisnis Plan untuk E-Commerce</li>
<li>Manajemen dan Kultur E-Commerce</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Aspek Legal: Privacy dan Regulasi </strong>
<ul>
<li>Kerahasiaan privasi client/customer</li>
<li>HAKI / Hak Cipta</li>
<li>Regulasi Pemerintah Indonesia (dan negara lain)</li>
<li>Shipping: transaksi antar negara (ekspor/impor)</li>
<li>Perpajakan</li>
</ul>
</li>
</ol>
<h3>Tugas-Tugas</h3>
<ol style="list-style-type: upper-alpha;">
<li><strong>Tugas I: Membuat Email Account</strong>
<ul>
<li><span style="color: #800000;">Tipe:</span> perorangan</li>
<li><span style="color: #800000;">Waktu: </span>pertemua pertama (Materi I)</li>
<li><span style="color: #800000;">Tujuan:</span> setiap peserta wajib memiliki email account</li>
<li><span style="color: #800000;">Presentasi:</span> tidak ada</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Tugas II: Mempelajari Model Bisnis E-Commerce</strong>
<ul>
<li><span style="color: #800000;">Tipe:</span> Kelompok (4-5 orang)</li>
<li><span style="color: #800000;">Waktu:</span> Materi III</li>
<li><span style="color: #800000;">Tujuan: </span>memberi pengenalan lebih dalam terhadap Materi III (Model-Model Bisnis E-Commerce) dan dapat memahami aspek bisnis dan managemen dibalik website yang ditinjau. Setiap kelompok diberi tugas untuk mempelajari <em>salah-satu model</em> bisnis e-commerce yang ada.</li>
<li><span style="color: #800000;">Presentasi:</span> presentasi singkat tanpa diskusi, masing-masing kelompok memaparkan temuannya tentang model bisnis e-commerce yang dibahasnya.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Tugas III: Membuat Bisnis Plan untuk Bisnis E-Commerce</strong>
<ul>
<li><span style="color: #800000;">Tipe:</span> kelompok (2 orang)</li>
<li><span style="color: #800000;">Waktu: </span>Materi VII</li>
<li><span style="color: #800000;">Tujuan: </span>mahasiswa dapat merumuskan bisnis e-commerce yang baik dan tepat, sesuai dengan kondisi Indonesia.</li>
<li><span style="color: #800000;">Presentasi:</span> setiap kelompok harus mempresentasikan &#8220;bisnis plan&#8221;-nya dan didiskusikan dengan seluruh peserta kelas.</li>
</ul>
</li>
</ol>
<div>
<hr style="width: 200px;" /></div>
<h4>Referensi Bacaan</h4>
<ul>
<li>Greg Holden, ”Starting an Online Business For Dummies”, For Dummies 2005</li>
<li>Robert McGarvey, Melissa Campanelli, ”Start Your own E-Business”, Entrepreneur Press 2005</li>
<li>Martin V. Deise, Conrad Nowikow, Patrick King, Amy Wright,”Executive&#8217;s Guide to E-Business: From Tactics to Strategy”, Willey 2000</li>
<li>Peter Fingar, Harsha Kumar, Tarun Sharma, ” Enterprise E-Commerce”, Meghan-Kiffer Press 2000</li>
<li>Henry C., Jr. Lucas, ”Strategies for Electronic Commerce and the Internet”, The MIT Press 2003</li>
<li>L. Manning Ross, ”Businessplan.Com: How to Write an Ecommerce Business Plan”, Oasis Press 2000</li>
<li>Paul May, “The Business of Ecommerce: From Corporate Strategy to Technology (Breakthroughs in Application Development)”, Cambridge University Press 2002</li>
<li>Nir Vulkan, ”The Economics of E-Commerce: A Strategic Guide to Understanding and Designing the Online Marketplace”, Princeton University Press 2003</li>
<li>Janice Reynolds, ”Logistics &amp; Fulfillment for E-Business : A Practical Guide to Mastering Back Office Functions for Online Commerce”, CMP Books 2001</li>
<li>Brian H. Murray, ”Defending the Brand: Aggressive Strategies for Protecting Your Brand in the Online Arena”, AMACOM/American Management Association 2003</li>
<li>Bruce C. Brown, ”How to Use the Internet to Advertise, Promote and Market Your Business or Website with Little or No Money”, Atlantic Publishing Company 2006</li>
<li>Donald A. DePalma, ”Business Without Borders: A Strategic Guide to Global Marketing”, Globa Vista Press 2004</li>
<li>Tom Antion, ”The Ultimate Guide to Electronic Marketing for Small Business”, Willey 2005</li>
<li>Stan Liebowitz, ”Re-Thinking the Network Economy: The True Forces That Drive the Digital Marketplace”, AMACOM/American Management Association 2002</li>
<li>Robert M. Grant, ”Contemporary Strategy Analysis: Concepts, Techniques, Applications”, John Wiley &amp; Sons 2007</li>
<li>Michael Erbschloe, John R. Vacca, ”Net Privacy: A Guide to Developing &amp; Implementing an Ironclad ebusiness Privacy Plan”, McGraw-Hill Companies 2001</li>
<li>Colin Rule, ”Online Dispute Resolution For Business: B2B, ECommerce, Consumer, Employment, Insurance, and other Commercial Conflicts”, Jossey-Bass 2003</li>
</ul>
<div class="wp-caption aligncenter">
<div style="width:95%; margin:0 auto;">
<div style="float:left; width:45%; margin-right:5%"><div class="amazonPage"><table cellpadding="0" cellspacing="0" class="amazon-product-table">
		<tr>
			<td valign="top">
				<div class="amazon-image-wrapper">
					<a class="amazon-a" href="http://www.amazon.com/Starting-Online-Business-Dummies-Holden/dp/0470107391%3FSubscriptionId%3DAKIAJXYGLLBJBNXZOFEA%26tag%3Dlokamaya08-20%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D0470107391" ><img src="http://ecx.images-amazon.com/images/I/51IfvBtZmEL._SL160_.jpg" class="amazon-image amazon-image" /></a><br />
				</div>
				<div class="amazon-buying">
					<h2 class="amazon-asin-title"><a class="amazon-a" href="http://www.amazon.com/Starting-Online-Business-Dummies-Holden/dp/0470107391%3FSubscriptionId%3DAKIAJXYGLLBJBNXZOFEA%26tag%3Dlokamaya08-20%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D0470107391" ><span class="asin-title">Starting an Online Business For Dummies (Paperback)</span> <div><span class="amazon-author">By: Greg Holden&nbsp;(Author)</span></div></a></h2>
 <div class="amazon-list-priced"><span class="amazon-list-price">$4.88</span> on Amazon</div>
				</div>
			</td>
		</tr>
	</table>
</div></div>
<div style="float:left; width:45%"><div class="amazonPage"><table cellpadding="0" cellspacing="0" class="amazon-product-table">
		<tr>
			<td valign="top">
				<div class="amazon-image-wrapper">
					<a class="amazon-a" href="http://www.amazon.com/Net-Privacy-Developing-Implementing-ebusiness/dp/0071370056%3FSubscriptionId%3DAKIAJXYGLLBJBNXZOFEA%26tag%3Dlokamaya08-20%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D0071370056" ><img src="http://ecx.images-amazon.com/images/I/411QHSWFVNL._SL160_.jpg" class="amazon-image amazon-image" /></a><br />
				</div>
				<div class="amazon-buying">
					<h2 class="amazon-asin-title"><a class="amazon-a" href="http://www.amazon.com/Net-Privacy-Developing-Implementing-ebusiness/dp/0071370056%3FSubscriptionId%3DAKIAJXYGLLBJBNXZOFEA%26tag%3Dlokamaya08-20%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D0071370056" ><span class="asin-title">Net Privacy: A Guide to Developing & Implementing an Ironclad ebusiness Privacy Plan (Hardcover)</span> <div><span class="amazon-author">By: Michael Erbschloe, John R. Vacca&nbsp;(Author)</span></div></a></h2>
 <div class="amazon-list-priced"><span class="amazon-list-price">$7.50</span> on Amazon</div>
				</div>
			</td>
		</tr>
	</table>
</div></div>
</div>
<p><br style="clear:both" /></div>
<div style="font-size: smaller;">Note:  Thank&#8217;s to all to my friend on Facebook who make a comment about this note before I publish it here.</div>
<p><br /><cite>Article by <a xmlns:cc="http://creativecommons.org/ns#" href="http://blog.lokamaya.net/about" property="cc:attributionName" rel="cc:attributionURL">Zaenal Muttaqin</a>. Under <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/3.0/">Creative Commons License</a>. &uml; 2010 <a xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" href="http://blog.lokamaya.net" rel="dc:source">Lokamaya</a>.</cite></p>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.lokamaya.net/to-know/e-commerce-untuk-entrepreneur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arab pra-Islam: Kerajaan Arab Selatan dan Abrahah</title>
		<link>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/kerajaan-arab-kuno-di-selatan-dan-kisah-abrahah</link>
		<comments>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/kerajaan-arab-kuno-di-selatan-dan-kisah-abrahah#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 21:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zaenal M.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lokamaya.net/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan, secara geografis penduduk asli jazirah Arab terbagi atas Arab utara dan Arab selatan; membentang dari daerah Bulan Sabit di utara (Syria, Irak, Turki Timur) hingga ke selatan yang dibatasi laut Arab. Sejarah mencatat bahwa di daerah Arab selatan telah berdiri berbagai kerajaan besar yang sudah ada sejak ratusan tahun sebelum masehi. Penduduk daerah selatan pun cenderung menetap (Arab urban), berbeda dengan penduduk utara yang cenderung berpindah-pindah (Arab nomaden). Dalam "History of The Arabs" karya Philip L. Hitti disebutkan kerajaan kuno yang terkenal di daerah Arab selatan adalah kerajaan Saba (750 SM - 115 SM) dan kerajaan Minea (700 SM - 3 M).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara geografis penduduk asli jazirah Arab terbagi atas dua kelompok: Arab utara dan Arab selatan. Di utara dibatasi daerah Bulan Sabit di utara (Syria, Irak, Turki Timur), dan di selatan dibatasi laut Arab.  Berbagai kerajaan besar pernah muncul di jazirah ini, khususnya di daerah Arab selatan. Penduduk daerah selatan pun cenderung menetap (Arab urban), berbeda dengan penduduk utara yang cenderung berpindah-pindah (Arab nomaden).<span id="more-234"></span></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 200px;"><div class="amazonPage"><table cellpadding="0" cellspacing="0" class="amazon-product-table">
		<tr>
			<td valign="top">
				<div class="amazon-image-wrapper">
					<a class="amazon-a" href="http://www.amazon.com/History-Arabs-Revised-Philip-Hitti/dp/0333631420%3FSubscriptionId%3DAKIAJXYGLLBJBNXZOFEA%26tag%3Dlokamaya08-20%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D0333631420" ><img src="http://ecx.images-amazon.com/images/I/41NCC05E7VL._SL160_.jpg" class="amazon-image amazon-image" /></a><br />
				</div>
				<div class="amazon-buying">
					<h2 class="amazon-asin-title"><a class="amazon-a" href="http://www.amazon.com/History-Arabs-Revised-Philip-Hitti/dp/0333631420%3FSubscriptionId%3DAKIAJXYGLLBJBNXZOFEA%26tag%3Dlokamaya08-20%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D0333631420" ><span class="asin-title">History of the Arabs, Revised: 10th Edition (Paperback)</span> <div><span class="amazon-author">By: Philip Hitti&nbsp;(Author)</span></div></a></h2>
 <div class="amazon-list-priced"><span class="amazon-list-price">$21.90</span> on Amazon</div>
				</div>
			</td>
		</tr>
	</table>
</div></div>
<p>Dalam <em>History of The Arabs</em> (Sejarah Bangsa Arab), karya Philip K. Hitti disebutkan kerajaan kuno yang terkenal di daerah Arab selatan adalah <strong>Kerajaan Saba</strong> (750 SM &#8211; 115 SM) dan <strong>Kerajaan Minea</strong> (700 SM &#8211; 3 M). Kerajaan-kerajaan Arab ini dapat bertahan sekian lama dikarenakan benteng alam yang kuat: laut yang ganas dan gurun pasir yang sulit ditaklukan para penyerang.</p>
<p>Pada periode selanjutnya terdapat beberapa kerajaan di daerah Arab Selatan: <strong>Saba II</strong>, <strong>Himyar</strong>, <strong>Minea</strong>, <strong>Qataban </strong>dan <strong>Hadramaut</strong>.</p>
<p>Kerajaan <strong>Saba II</strong> muncul menggantikan kerajaan Saba kuno, dan terkenal dengan konstruksi-konstruksi publik dan bangunan yang megah&#8211;yang reruntuhannya masih dapat ditemukan sekarang. Diantara karya monumental kerajaan Saba adalah bendungan raksasa <em>Sadd al-Ma&#8217;rib</em>, yang dibangun pada abad ke-7 SM. Bendungan ini roboh berabad-abad kemudian, yakni sekitar 542/543 Masehi, saat Abrahah menjadi gubernur Abissinia di Arab selatan.</p>
<p>Kerajaan-kerajaan Arab selatan ini umumnya hidup dari perdagangan. Produk unggulannya adalah rempah-rempah, balsem, emas dan wewangian (gaharu, dupa, minyak wangi) yang berharga sangat tinggi di negara-negara Mediterania. Namun diluar itu mereka pun menjual barang-barang dari India, China dan negara-negara Afrika, untuk dijual ke daerah utara, seperti Mesir dan Eropa atau Mediterania; yang ditempuh melalui jalan darat selama 70 hari dari Yaman ke Palestina. Monopoli jalur laut: ke arah timur (India, China) dan ke barat (Afrika) mendatangkan kemakmuran luar biasa bagi kerajaan-kerajaan Arab di selatan.</p>
<div id="attachment_288" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class="size-full wp-image-288 " title="arab-pra-islam-2" src="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/arab-pra-islam-2.jpg" alt="Arab pra-Islam: Kerajaan Saba, Himyar, Nabatea-Petra, Gassan, Lakhmi dan Kindah" width="480" height="518" /><p class="wp-caption-text">Arab pra-Islam: Kerajaan Saba, Himyar, Nabatea-Petra, Gassan, Lakhmi dan Kindah</p></div>
<h2>Kepercayaan Lokal, serta kehadiran Agama Yahudi dan Kristen</h2>
<p>Sebagaimana suku Arab lainnya, penduduk Arab selatan adalah para pemuja animisme. Dewa yang terkenal adalah Dewa Bulan, yang disebut dewa Sin oleh orang Hadramaut, dewa Wadd oleh orang Minea, dewa Almaqah bagi orang Saba, dewa &#8216;Amm bagi orang Qataban. Dewa Bulan dipandang sebagai laki-laki, dan kedudukanya lebih tinggi dari Dewa Matahari.</p>
<p>Agama Yahudi telah dikenal di daerah Arab selatan, terutama pasca penghancuran Jerusalem oleh <strong>Titus </strong>pada 70 M. Diperkirakan banyak imigran Yahudi berdatangan ke daerah ini karena tertarik dengan kemakmurannya. Bahkan ada raja dari kerajaan Himyar yang memeluk agama Yahudi dan pernah melakukan pembantaian atas orang-orang Kristen pada 523 Masehi.</p>
<p>Adapun agama Kristen yang awal mula dikenal adalah Kristen <em>Monofisit</em>. Disusul oleh datangnya Kristen Constantinopel, saat Raja Constantinus mengirim utusan bernama Theophilus Indus untuk menjadi penyebar agama Kristen disana pada 356 Masehi. Theophilus Indus membangun gereja pertama di daerah &#8216;Adan, dan dua gereja lainnya di daerah Himyar.</p>
<h2>Abrahah</h2>
<p>Persaingan antara agama Yahudi dan Kristen berakhir pada pembantaian orang-orang Kristen pada masa kerajaan Himyar dibawah raja <strong>Dzu-Nuwas</strong>. Hal ini membaut Byzantium memerintahkan pengiriman 70.000 pasukan dari <strong>Abissinia </strong>(Afrika, sekarang Etiophia) dibawah pimpinan panglima bernama <strong>Aryat </strong>yang didampingi beberapa perwira, yang diantaranya ada yang bernama <strong>Abrahah</strong>.</p>
<p>Terjadi 2 kali pertempuran, yakni pada 523 M. dan 525 M. Dan pada pertempuran kedua, dibawah pimpinan perwira Abrahah, kemenangan diraih pasukan Abissinia. Kemenangan ini juga mengantar Sang Panglima, Aryat, menjadi Gubernur Yaman; dan tak lama kemudian digantikan Abrahah.</p>
<p>Pada masa kepemimpinannya, Abrahah mendirikan sebuah Katedral megah, yang diberi nama <em>Al-Qaliis</em>, di daerah Shan&#8217;a (dekat Ma&#8217;rib, dekat reruntuhan ibukota Minea kuno).</p>
<p>Abrahah dan orang-orang Kristen di Arab selatan sangat berhasrat untuk mengkristenkan seluruh jazirah Arabia; dan menyaingi kepercayaan pagan di Mekah yang memiliki rumah suci bernama Kabah. Selain itu, Abrahah pun mengincar daerah Mekah karena menjadi pusat ibadah haji, yang merupakan pendapatan terbesar kota Mekah.</p>
<p>Persaingan keagamaan dan ekonomi antara Hijaz dan Arab selatan ini direkam dalam berbagai syair dan kisah bangsa Arab. Puncaknya, dua orang Arab pagan datang dan mengotori kathedral Al-Qaliis pada sebuah upacara suci, yang kemudian mendorong Abrahah mengirim pasukan ke Mekah. Peristiwa itu terjadi pada kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekitar 571 Masehi.</p>
<p>Selanjutnya, sebagaimana diceritakan dalam berbagai riwayat, Abrahah mengirim pasukan gajah ke Mekah.</p>
<p>@zaenal<br />
Bandung, Maret 2009</p>
<p><br /><cite>Article by <a xmlns:cc="http://creativecommons.org/ns#" href="http://blog.lokamaya.net/about" property="cc:attributionName" rel="cc:attributionURL">Zaenal Muttaqin</a>. Under <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/3.0/">Creative Commons License</a>. &uml; 2010 <a xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" href="http://blog.lokamaya.net" rel="dc:source">Lokamaya</a>.</cite></p>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/kerajaan-arab-kuno-di-selatan-dan-kisah-abrahah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arab pra-Islam: Kerajaan-Kerajaan di Utara</title>
		<link>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/kerajaan-kerajaan-arab-kuno-di-utara</link>
		<comments>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/kerajaan-kerajaan-arab-kuno-di-utara#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 20:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zaenal M.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lokamaya.net/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah mengenai kerajaan-kerajaan Arab utara sudah dikenal sejak masa Asyiria kuno dan Babilonia kuno. Dalam manuskrip-manuskrip Babilonia, misalnya, kita mengenal beberapa daerah Arab yang diserbu pasukan Babilonia, diantaranya adalah kerajaan Nabate (Nabasia, al-Anbaat).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baik di utara atau selatan, pada dasarnya semua kerajaan yang dibangun oleh bangsa Arab merupakan kerajaan suku. Sebelum Islam, satu-satunya yang merupakan <em>konfederasi </em>atas beberapa suku di jazirah Arabia adalah kerajaan <strong>Kindah </strong>yang berdiri pada abad ke-4 Masehi, terletak di sebelah barat sungai Eufrat. Istilah &#8220;raja&#8221; (<em>malik</em>) juga tidak dikenal di kalangan bangsa Arab, dan hanya disematkan kepada penguasa asing. Orang Arab sendiri biasa memanggil &#8216;raja&#8217; mereka dengan sebutan &#8220;syaikh&#8221; atau &#8220;amir&#8221;.<span id="more-235"></span></p>
<p>Bila di selatan terdapat berbagai kerajaan yang berusia tua dan independen, maka kerajaan-kerajaan Arab di utara umumnya berusia pendek. Hal ini terjadi mengingat faktor geo-politik di sekitar daerah Bulan Sabit Subur yang dikepung kerajan besar dan penuh konflik, serta faktor internal bangsa Arab berupa persaingan antar suku.</p>
<p>Sejarah mengenai kerajaan-kerajaan Arab utara sudah dikenal sejak masa Asyiria kuno dan Babilonia kuno. Dalam manuskrip-manuskrip Babilonia, misalnya, kita mengenal beberapa daerah Arab yang diserbu pasukan Babilonia, diantaranya adalah kerajaan <strong>Nabate </strong>(Nabasia, al-Anbaat). Selain itu, kita juga mengenal sebuah kota (oase) bernama <strong>Thema </strong>(Tayma) di tengah-tengah gurun pasir, yang merupakan tempat pengasingan <strong>Nabondius </strong>selama 7 tahun. Thema kemungkinan merupakan baian dari kerajan Nabate, dan dipercaya berada di semenanjung Arab, di sebelah tenggara kota Tabuk hari ini.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>GoogleMap </strong>- Tayma: <a href="http://maps.google.com/maps?daddr=Tayma+%4027.616667,38.533333&amp;hl=en&amp;sll=27.63974,38.545532&amp;sspn=2.603248,4.658203&amp;ie=UTF8&amp;ll=27.61784,38.548279&amp;spn=2.60371,2.570801&amp;t=p&amp;z=8">http://maps.google.com/maps?daddr=Tayma</a></p>
<div id="attachment_291" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img class="size-full wp-image-291" title="Nabonidus Chronicle" src="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/jerusalem_597-kecil.jpg" alt="Nabonidus Chronicle - 5SM" width="320" height="410" /><p class="wp-caption-text">Nabonidus is the last king of Babylonia. During his first regnal years, he campaigns in the west, and then settles in Tema, an oasis in the western desert. Back to his kingdom after some years in Tema. (Nabonidus Chronicle - 5 SM)</p></div>
<h2>Nabasia Kuno</h2>
<p><em>Nabate </em>atau <strong>Nabasia </strong>kuno adalah kerajaan besar. Hal itu terbukti bahwa mereka tidak dapat ditundukan oleh Iskandar Dzulkarnain. Bahkan sekitar 312 SM diberitakan penulis sejarah Diodorus, bahwa Nabasia berhasil menangkis 2 kali serangan pasukan Antigonius, Raja Asyiria, penerus Iskandar Dzulkarnain. Dari catatan Diodorus Siculus (w. 57 SM) terungkap bahwa Nabasia kemudian berada dalam kekuasaan <strong>Ptolemeus </strong>yang berkuasa di Mesir. Dan pada zaman Romawi menjadi sekutu kuat Romawi di Semenanjung Arab.</p>
<p>Pusat kerajaan Nabasia adalah Petra, yang pada sekitar abad ke-4 berhasil mereka rebut. <strong>Petra </strong>terletak di sekitar Wadi Musa (Lembah Musa), di timur laut <em>Aqabah</em>. Petra termasuk kota kunci bagi jalur perdagangan <em>rute Wewangian</em> dari Saba ke Mediterania. Hari ini Petra terkenal dengan reruntuhannya berupa bangunan dan pekuburan yang dipahat di tebing-tebing cadas.</p>
<p>Puncak kejayaan Nabasia kuno (yang terekam sejarah) diperkirakan terjadi pada kurun 9 SM &#8211; 40 M, pada periode pemerintahan Haritsats IV. Pada sekitar 105 Masehi, Nabasia jatuh ke tangan raja Tyra dan menjadi provinsi Romawi.</p>
<p><strong>GoogleMap </strong>- Petra (±20 KM barat laut kota Ma&#8217;an): <a href="http://maps.google.com/maps/mm?hl=en&amp;ie=UTF8&amp;ll=30.185496,35.727539&amp;spn=0.635079,1.164551&amp;t=p&amp;z=10">http://maps.google.com/maps?daddr=Petra</a></p>
<div id="attachment_293" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-293" title="petra" src="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/petra-300x243.jpg" alt="Reruntuhan Petra" width="300" height="243" /><p class="wp-caption-text">Reruntuhan Petra</p></div>
<div id="attachment_294" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-294" title="tomb-nabatea-petra" src="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/tomb-nabatea-petra-300x225.jpg" alt="Pemakaman Nabatea di Petra" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Pemakaman Nabatea di Petra</p></div>
<h2>Palmyra</h2>
<p><strong>Palmyra </strong>(Arab: <em>Tadmur</em>) merupaka kota kerajaan yang dihimpit kekuatan Romawi di Barat dan Persia di Timur. Pada abad 2-3 Masehi, kota Palmyra merupakan kota terkaya di kawasan Timur Dekat.</p>
<p>Kapan tepatnya bangsa Arab menguasai Palmyra, tidak diketahui. Rujukan otentik pertama tentang kota tersebut datang dari Romawi, dimana disebutkan <strong>Mark Anthony </strong>pada 42-41 SM  gagal menguasai kota tersebut. Catatan sejarah lebih lanjut menyebutkan bahwa dibawah pimpinan panglima <strong>Odainat </strong>(Arab: <em>Udhyanah</em>), Palmyra berhasil menaklukan sebagian besar daerah Suriah pada kurun 260 Masehi. Pada saat itu Palmyra merupakan sekutu kuat Romawi, dan raja mereka diangkat sebagai wakil Romawi (dux Orientis) di Timur, pada 262 Masehi.</p>
<p><strong>GoogleMap </strong>- Palmyra: <a href="http://maps.google.com/maps/mm?hl=en&amp;ie=UTF8&amp;t=p&amp;ll=34.524661,38.287354&amp;spn=2.4211,4.658203&amp;z=8">http://maps.google.com/maps?daddr=Palmyra</a></p>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_292" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-292 " title="palmyra-queen-zenobia" src="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/palmyra-queen-zenobia.jpg" alt="Inscription of Queen Zenobia at Palmyra" width="300" height="460" /><p class="wp-caption-text">Inscription of Queen Zenobia at Palmyra</p></div>
<div id="attachment_289" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/fortified-temple-of-bel-shamin-in-palmyra-syria.jpg"><img class="size-medium wp-image-289" title="fortified-temple-of-bel-shamin-in-palmyra-syria" src="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/fortified-temple-of-bel-shamin-in-palmyra-syria-300x199.jpg" alt="Fortified Temple of Bel Shamin in Palmyra, Syria" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Fortified Temple of Bel Shamin in Palmyra, Syria</p></div>
<h2>Gassan</h2>
<p>Orang-orang <strong>Gasan </strong>mengklaim sebagai keturunan suku Arab selatan kuno. Mereka bermigrasi ke utara pada akhir abad ke-3 Masehi dipimpin oleh Amir Muzaqiyah ibn Amir Ma&#8217;a-l-Sama&#8217;. <strong>Jafna ibn Amir Muzaqiyah</strong> kemudian dikenal sebagai pendiri dinasti Gassan di Arab utara. Suku dari Yaman selatan ini mendesak keturunan Nabi Shalih, dan memantapkan keberadaan mereka di sekitar Damaskus.</p>
<p>Kerajaan Gassan, seperti musuh dan tetangganya sesama kerajaan Arab yakni kerajaan Lakhmi, mencapai kejayaan pada abad ke-6 Masehi. Pada kurun tersebut kisah raja-raja mereka, Ibnu Jabalah yang bergelar al-Harits II (529-569 M) dan al-Mundzir ibn al-Harits (anak Ibnu Jabalah), mendominasi sejarah bangsa Arab. Sebagaimana kerajaan-kerajaan Arab di sebelah barat sebelumnya, kerajaan Gassan bersekutu pula dengan Romawi&#8211;sementara kerajaan Lakhmi bersekutu dengan Persia. Raja-raja Gassan umumnya beragama Kristen.</p>
<p>Selepas periode al-Mundzir, kerajaan Gassan mengalami kemunduran dan berbagai suku di gurun Suriah mengangkat pemimpin masing-masing. Pada saat yang sama, Dinasti Sassanid dari Persia berhasil memukul Romawi di Jerusalem (613-614 M) di bawah Khusraw Parwiz. Kehilangan pemimpin yang dihormati dan kekalahan sekutu Romawi oleh Persia, mengakhiri Dinasti Gassan untuk selamanya.</p>
<h2>Lakhmi</h2>
<p><strong>Suku Tanukh</strong> dari Yaman selatan memulai pengembaraan sejak awal abad ke-3 Masehi melewati pesisir timur Jazirah Arab, dan menetap di sebelah Barat sungai Eufrat, dekat kota Kuffah, Irak. Kedatangan mereka berdekatan dengan jatuhnya Dinasti Arsasia di Persia, digantikan Dinasti Sasanid (226 Masehi).</p>
<p>Pada mulanya suku Tanukh hanya tinggal di tenda-tenda dan hidup nomaden. Namun seiring berjalannya waktu, perkemahan sementara mereka berubah menjadi pemukiman <em>Hirrah</em> (berasal dari bahasa Syria: <em>herta</em>, yang berarti kemah). Kota Hirrah ini pada akhirnya berkembang menjadi ibukota kerajaan Arab Persia, dan dikenal sebagai kerajaan <strong>Lakhmi</strong>, yang didirikan oleh <strong>Amir ibn &#8216;Adi ibn Nashr ibn Rabi&#8217;ah ibn Lakhm</strong>.</p>
<p>Kehadiran kerajaan Lakhmi di timur berbarengan dengan kerajaan Gassan di barat, dan berakhir hampir bersamaan. Raja terakhir Dinasti Lakhmi adalah al-Nu&#8217;man III (580-602 M), yang merupakan satu-satunya&#8211;dan yang terakhir&#8211;raja Lakhmi yang beragama Kristen. Perihal bahwa raja-raja sebelumnya tidak ada yang beragama Kristen, diduga demi kepentingan politik dan persekutuan dengan Persia yang merupakan musuh Romawi (Kristen).</p>
<p>Al-Nu&#8217;man kemudian digantikan oleh Iyas ibn Qabisah dari Thayyi (602-611M), yang menjadi raja terakhir kerajaan Lakhmi. Pada masa pemerintahan Iyas, Persia menempatkan wakil kerajaannya di Lakhmi dan &#8216;mengontrol&#8217; kerajaan Lakhmi. Pada 611M, Persia akhirnya menghapus sistem kerajaan protektorat Lakhmi dengan mengangkat gubernur Persia menjadi pemimpin tertinggi di Hirrah.</p>
<p>Hirrah berhasil kembali direbut oleh bangsa Arab pada tahun <strong>633 Masehi</strong>, ketika <strong>Khalid bin Walid</strong> memimpin pasukan Islam menaklukkan Hirrah.</p>
<h2>Kindah</h2>
<p>Bila Gassan dan Lakhmi bersekutu dengan kerajaan asing, maka kerajan Kindah bersekutu dengan kerajaan Himyar dari Arab selatan. Kerajaan Kindah (480 M) berpusat lebih ke dalam, di sekitar Arab tengah. Pendiri kerajaan Kindah adalah al-Hujr yang bergelar Akil al-Murrar, yang merupakan saudara tiri Hasan ibn Thuba&#8217;, yang menjadi raja Himyar. Inilah satu-satunya kerajaan Arab yang merupakan konfederasi dari berbagai suku Arab&#8211;yang ditaklukan Thuba&#8217; dari Himyar.</p>
<p>Pada 529 Masehi, kerajan Kindah jatuh ke tangan Al-Mundzir II dari kerajaan Lakhmi. Diceritakan al-Mundzir menghukum mati raja Kindah, al-Harits, beserta 50 orang keluarga kerajaan Kindah, yang merupakan pukulan mematikan bagi kerajaan Kindah. Pasca kematian al-Harits, konfederasi pecah dan masing-masing suku mengangkat pemimpinnya masing-masing.</p>
<p>@zaenal<br />
Bandung, Maret 2009</p>
<p><br /><cite>Article by <a xmlns:cc="http://creativecommons.org/ns#" href="http://blog.lokamaya.net/about" property="cc:attributionName" rel="cc:attributionURL">Zaenal Muttaqin</a>. Under <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/3.0/">Creative Commons License</a>. &uml; 2010 <a xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" href="http://blog.lokamaya.net" rel="dc:source">Lokamaya</a>.</cite></p>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/kerajaan-kerajaan-arab-kuno-di-utara/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arab pra-Islam: Genealogi Suku I &#8211; Etnografi</title>
		<link>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/genealogi-suku-dan-etnografi-bangsa-arab</link>
		<comments>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/genealogi-suku-dan-etnografi-bangsa-arab#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 20:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zaenal M.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Suku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lokamaya.net/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Kata "arab" dalam bahasa semit-aramaik, atau "ereb" dalam Injil, mengandung arti "gurun" atau "para penduduk gurun". Hal yang sama juga berlaku dalam al-Quran, dimana kata "a'rab" digunakan sebagai sebutan untuk orang Badui atau orang gurun.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata <strong>arab</strong> dalam bahasa semit-aramaik, atau <strong>ereb </strong>dalam Injil, mengandung arti &#8220;gurun&#8221; atau &#8220;para penduduk gurun&#8221;. Hal yang sama juga berlaku dalam al-Quran, dimana kata <strong>a&#8217;rab</strong> digunakan sebagai sebutan untuk orang Badui atau orang gurun.<span id="more-236"></span></p>
<p>Kerajaan-kerajaan datang silih berganti; tetapi di tengah padang pasir yang tandus, orang Badui tetap sama dari dulu hingga sekarang. Lautan padang pasir yang membentang dari utara ke selatan di sepanjang Semenanjung Arab, boleh jadi adalah musuh bagi orang asing, namun gurun adalah rumah bagi orang Arab (Badui). Orang Badui&#8211;berbeda dari orang gipsi yang mengembara tanpa arah&#8211;merupakan representasi terbaik adaptasi manusia terhadap alam gurun, dan mereka bergerak mengikuti takdir alam itu.</p>
<p>Gurun adalah rumah sekaligus benteng bangsa Arab. Gurun pulalah yang menjadi &#8216;penjaga&#8217; tradisi sakral mereka, kemurnian bahasa dan darah mereka, bahkan kemurnian genealogi kuda-kuda tunggangan mereka&#8211;yang berasal dari Indo-Eropa kuno dan baru memasyarakat abad ke-2 SM.</p>
<p>Faktor alam yang keras seperti ini telah membuat ikatan keluarga dan suku menjadi sangat kuat di sana. Tenda dan perabotan rumah sederhana adalah milik pribadi; namun padang rumput, ladang, dan air&#8211;termasuk sumur dan mata air&#8211;adalah milik bersama (suku). Bagi orang Badui, <em>tidak ada musibah paling hebat dan paling menyakitkan selain putus keanggotaan dengan sukunya</em>. Seseorang yang tidak terikat kepada suku manapun, di tengah kepungan gurun yang tandus dan dalam masyarakat yang menganggap orang asing (bukan dari sukunya) adalah pesaing dan musuh, bagaikan sebuah &#8216;hukuman mati&#8217;.</p>
<p>Baik di utara atau selatan, pada dasarnya semua kerajaan yang dibangun oleh bangsa Arab merupakan kerajaan suku. Sebelum Islam, satu-satunya yang merupakan konfederasi atas beberapa suku Arab adalah kerajaan Kindah yang berdiri pada abad ke-4 Masehi di sebelah barat sungai Eufrat. Istilah &#8220;raja&#8221; (malik) juga tidak dikenal dan hanya disematkan kepada penguasa asing; orang Arab biasanya memanggil &#8216;raja&#8217; mereka dengan sebutan &#8220;syaikh&#8221; dan &#8220;amir&#8221;.</p>
<h2>Genealogi Kesukuan</h2>
<p>Para penghuni semenanjung Arab membagi masyarakatnya menjadi 2 kelompok: <em>ba&#8217;idah</em> dan <em>baqiyah</em>. <strong>Ba&#8217;idah</strong> adalah sebutan untuk suku atau kaum yang sudah punah, seperti suku &#8216;Ad di selatan (Hadramaut) dan Tsamud di utara; sedangkan <strong>baqiyah </strong>adalah suku-suku yang masih ada. Kelompok baqiyah kemudian dibagi lagi dalam dua keturunan etnis: <em>&#8216;aribah</em> (murni) dan <em>musta&#8217;ribah</em> (ter-arab-kan, tidak murni).</p>
<p>Termasuk keturunan <em>&#8216;aribah</em> adalah suku Qahthan, yang merupakan penduduk asli Arab selatan. Suku Qahthan ini dikenal dalam kisah Nabi Ismail, dimana para kafilah (pedagang) bani Jurhum, merupakan keturunan dari suku <strong>Qahthan</strong>. Mereka inilah yang mula-mula berjumpa dengan Siti Hajar dan kemudian sebagian menetap di Mekkah.</p>
<p>Adapun keturunan <em>musta&#8217;ribah</em> adalah orang-orang yang menghuni daerah Hijaz (daerah Mekah), Nejed, Nabasia, dan Palmyra, yang semuanya merupakan keturunan dari suku <strong>&#8216;Adnaan</strong>, yang genealoginya sampai ke Nabi Ismail. Bani Qurays, yang merupakan suku Nabi Muhammad SAW, merupakan keturunan dari suku Nizaar yang tersambung hingga ke &#8216;Adnaan ini.</p>
<p>Adakalanya kerap terjadi penyederhanaan: suku Qahthan mewakili orang-orang Arab selatan; dan suku &#8216;Adnaan mewakili orang-orang Arab utara. Namun pemisahan utara-selatan ternyata tidak dapat diberlakukan secara &#8217;saklek&#8217; berdasarkan geografis; mengingat sudah sejak mula orang-orang Arab selatan sering bermigrasi ke utara. Contohnya adalah kerajaan Saba, yang sudah sejak lama memiliki dan membangun koloni di sepanjang Jalur Wewangian (Incensce Road) di pesisir barat jajirah Arab.</p>
<p>Pada zaman Nabi SAW, kita pun mengenal dua keturunan suku ini, yang satu dari golongan Muhajirin dan yang lainnya dari Anshar. Berbeda dari muslim Mekah (kaum <em>Muhajirin</em>) yang mayoritas merupakan keturunan &#8216;Adnaan, maka para penolong Nabi Muhammad saat hijrah (kaum <em>Anshar</em>) merupakan orang-orang keturunan Yaman dari Arab selatan yang banyak bermukim di Madinah. Ini membuktikan bahwa orang-orang Selatan sudah biasa bermigrasi, mengingat Madinah terletak lebih utara dari Mekah.</p>
<p>Lebih jauh ke belakang, dalam kisah Nabi Ibrahim, kita pun mengenal kerajaan <strong>Ur-Kasdim</strong> di sekitar <strong>Babilonia</strong>, yang sebagian masyarakatnya adalah imigran dari Arab selatan (Hadramaut) dan merupakan keturunan Nabi Hud. Ibrahim pun dipercaya berasal dari suku Hud yang selamat dari adzab yang menimpa kaum &#8216;Ad, dimana keturunan kaum &#8216;Ad yang selamat bermigrasi menyisiri pantai timur jazirah Arab hingga ke utara di sekitar sungai Eufrat-Tigris.</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_288" class="wp-caption aligncenter" style="width: 288px"><img class="size-medium wp-image-288" title="arab-pra-islam-2" src="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/arab-pra-islam-2-278x300.jpg" alt="Arab pra-Islam: Kerajaan Saba, Himyar, Nabatea-Petra, Gassan, Lakhmi dan Kindah" width="278" height="300" /><p class="wp-caption-text">Arab pra-Islam: Kerajaan Saba, Himyar, Nabatea-Petra, Gassan, Lakhmi dan Kindah</p></div>
<p style="text-align: center;">***</p>
<h3>Etnografi suku-suku Arab</h3>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td><strong>1.</strong></td>
<td colspan="2"><strong>Arab Ba&#8217;idah</strong> (suku-suku yang telah punah)</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td colspan="2">diantaranya: ‘Ad, Tsamûd, Tasam, Jadis, Emlaq, dan lain-lain.</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>2.</strong></td>
<td colspan="2"><strong>Arab Baqiyah</strong>, terdiri atas:</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td><strong>a.</strong></td>
<td><strong>&#8216;Aribah</strong>, berasal dari Ya‘rub bin Yashjub bin Qahtan atau biasa disebut Arab Qahtani. Diantaranya:</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td>- Keturunan Himyar: Zaid Al-Jamhur, Quda‘a dan Sakasik.<br />
- Keturunan Kahlan: Hamdan, Anmar, Tai’, Mudhhij, Kinda, Lakhm, Judham, Azd, Aws, Khazraj dan Jafna.</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td><strong>b.</strong></td>
<td><strong>Musta&#8217;ribah</strong>, berasal dari keturunan Ismail bernama &#8216;Adnaan.</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td>Berbagai suku dan keturunannya sudah dijelaskan diatas.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>@zaenal<br />
Bandung, Maret 2009</p>
<p><br /><cite>Article by <a xmlns:cc="http://creativecommons.org/ns#" href="http://blog.lokamaya.net/about" property="cc:attributionName" rel="cc:attributionURL">Zaenal Muttaqin</a>. Under <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/3.0/">Creative Commons License</a>. &uml; 2010 <a xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" href="http://blog.lokamaya.net" rel="dc:source">Lokamaya</a>.</cite></p>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/genealogi-suku-dan-etnografi-bangsa-arab/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arab pra-Islam: Genealogi Suku II &#8211; Keturunan Ismail</title>
		<link>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/suku-suku-keturunan-ismail</link>
		<comments>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/suku-suku-keturunan-ismail#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 20:44:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zaenal M.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Suku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lokamaya.net/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Dari Muhadrat Tarikh Al-Umam Al-Islamiyah disebutkan bahwa Nabi Ismail belajar bahasa (Arab) dari Bani Jurhum, dari suku Qahtani (Arab selatan). Dari istrinya yang berasal dari Bani Jurhum, Nabi Ismail kemudian melahirkan 12 Bani Arab Musta'ribah, yang mendiami Mekah dan kemudian berpencar ke seluruh jazirah Arabia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari <em>Muhadrat Tarikh Al-Umam Al-Islamiyah </em>disebutkan bahwa Nabi Ismail belajar bahasa (Arab) dari Bani Jurhum, dari suku Qahtani (Arab selatan). Disebutkan pula bahwa setelah Nabi Ibrahim memberi tanda untuk menceraikan istri pertamanya, Ismail kemudian menikah lagi dengan putri dari kepala suku Bani Jurhum, Mudad bin ‘Amr. Ada yang mengatakan bahwa Ismail berusia hingga 137 tahun, dan kemudian dimakamkan di al-Hijr, dekat makam ibunya Siti Hajar (Hijr).</p>
<p style="text-align: center;">
<p><span id="more-237"></span>Menurut Ibnu Ishaq, dari istri keduanya ini Ismail mempunyai 12 anak: Nabet, Qidar, Edbael, Mebsham, Mishma’, Duma, Micha, Hudud, Yetma, Yetour, Nafis dan Qidman, yang pada akhirnya menjadi <strong>12 Bani <em>Arab Musta&#8217;ribah</em></strong>, yang mendiami Mekah. Pada masa selanjutnya, bani-bani ini kemudian berpencar ke seluruh&#8211;bahkan keluar&#8211;jazirah Arab, kecuali keturunan dari Nabet and Qidar.</p>
<div id="attachment_290" class="wp-caption aligncenter" style="width: 283px"><a href="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/ibrahim-ismail.jpg"><img class="size-medium wp-image-290" title="ibrahim-ismail" src="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/ibrahim-ismail-273x300.jpg" alt="Perjalanan Ibrahim-Ismail dari Hebron ke Mekkah - Melintasi Incensce Route (Rute Wewangian, Kemenyan)" width="273" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Perjalanan Ibrahim-Ismail dari Hebron ke Mekkah - Melintasi Incensce Route (Rute Wewangian, Kemenyan)</p></div>
<p>Catatan Ibnu Katsir memiliki sedikit perbedaan dengan Muhammad Ibn Ishaq berkaitan nama-nama anak Nabi Ismail, namun perbedaannya hanya pada lafal atau dialek. Dikatakan oleh Ibnu Katsir, bahwa istri Nabi Ismail (dari bani Jurhum) adalah Sayidah binti Madad bin Amr, dan ke-12 putranya, sebagaimana dikemukakan Ibn Ishaq, adalah:</p>
<ol>
<blockquote>
<li>Nebaioth (Nabit, Nabet)</li>
<li>Qedar (Qidar, Qaydarah)</li>
<li>Abdeel (Edbael, Azil)</li>
<li>Mibsam (Mebsham, Misma&#8217;)</li>
<li>Mishma (Misha)</li>
<li>Massa (Mashsh, Micha)</li>
<li>Dumah (Duma, Dusa)</li>
<li>Hadad (Hudud, Aarrar)</li>
<li>Jetur (Yatur, Yetour)</li>
<li>Naphish (Nafis, Nabash)</li>
<li>Tema (Tayma, Yetma)</li>
<li>Qedmah (Qaydhma, Qidman)</li>
</blockquote>
</ol>
<p>Ibnu Katsir juga menambahkan bahwa penduduk <strong>Hijaz </strong>adalah keturunan dari <strong>Nabet </strong>dan <strong>Qidar</strong>, dan mereka mendiami kota-kota di sekitar Hijaz, diantaraya Thaif, Mekah dan Yastrib (Madinah).</p>
<div id="attachment_240" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/2010/02/arab-pra-islam-2.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-240 " title="arab-pra-islam-2" src="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/2010/02/arab-pra-islam-2.jpg" alt="Jazirah Arabia" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Jazirah Arabia</p></div>
<p>Nabatean atau <strong>Nabasia </strong>berasal dari keturunan <strong>Nabet</strong>, yang kemudian menguasai Arab utara dan menjadikan <strong>Petra </strong>sebagai ibukotanya. Tidak ada yang dapat menandingi kebesaran kerajaan Nabasia di utara, hingga Romawi akhirnya sedikit demi sedikit menguasai wilayah kekuasaannya. Adapun keturunan <strong>Qidar </strong>mendiami daerah-daerah di sekitar Mekah. Di antara keturunannya adalah <strong>&#8216;Adnaan</strong>; yang kemudian melahirkan suku <strong>Quraisy</strong>.</p>
<p>&#8216;Adnan adalah leluhur ke-21 dari Muhammad SAW. Dikisahkan, setiap kali Nabi Muhammad SAW berbicara tentang leluhurnya, beliau akan berhenti pada &#8216;Adnaan, seraya berkata: &#8220;<em>Silsilah berisi kebohongan (kesalahan)</em>&#8221; dan tidak meneruskan silsilah melebihi &#8216;Adnan. Bagaimanapun para peneliti mengajukan hipotesis bahwa terdapat sekitar 40 orang antara &#8216;Adnan hingga Ibrahim.</p>
<p><strong>Adnaan</strong> memiliki putra bernama <strong>Ma&#8217;ad</strong>, yang memiliki satu-satunya anak bernama <strong>Nizar</strong>. Nizar melahirkan 4 suku: <em>Eyad</em>, <em>Anmar</em>, <em>Rabi&#8217;ah</em>, dan <em>Mudar</em>.</p>
<p>Dari garis <strong>Rabi&#8217;ah</strong> keluarlah keturunan Asad, &#8216;Anazah, Abdul Qais, dan Wa&#8217;il, Hanifa, dan yang lainnya. Bani Taghlib dan bani <strong>Bakr </strong>berasal dari Wa&#8217;il.</p>
<p>Keturunan <strong>Mudar </strong>terpecah dalam dua kelompok besar: <em>Qais &#8216;Ailan bin Mudar</em> dan <em>Elias bin Mudar</em>. Dari <strong>Qais &#8216;Ailan</strong> lahir bani Salim, bani Hawazin, bani Ghatafan. Beberapa bani lahir dari bani Ghatafan, diantaranya bani <strong>Abas</strong>, Zubay, Ashja&#8217; dan Ghani bin A&#8217;sur. Adapun dari <strong>Elias </strong>bin Mudar lahir bani Tamim bin Murra, Hudhail bin Mudrika, bani Asad bin Khuzaimah, dan <strong>Kinana bin Khuzaiman</strong>&#8211;yang darinya lahir bani <strong>Qurays</strong> dari Fahr bin Malik bin Nadr bin Kinanah.</p>
<p>Qurays terbagi atas beberapa suku, beberapa yang terkenal adalah: Jumah, Sahm, &#8216;Adi, Makhzum, Tayim, Zahra dan beberapa keluarga suku dari Qushay bin Kilab: Abu Dzar bin Qushay, Asad bin Abdul Uzza bin Qushay, dan Abdul Manaf bin Qushay.</p>
<p><strong>Abdul Manaf</strong> memiliki 4 orang anak: Abdul Shams, Nawfal, Muthallib dan Hasyim. Dari keturunan <strong>Hasyim</strong> inilah kemudian lahir <strong>Muhammad </strong>bin <em>Abdullah </em>bin <em>Abdul Muthallib </em>bin <em>Hasyim</em>.</p>
<p>@zaenal<br />
Bandung, Maret 2009</p>
<p><br /><cite>Article by <a xmlns:cc="http://creativecommons.org/ns#" href="http://blog.lokamaya.net/about" property="cc:attributionName" rel="cc:attributionURL">Zaenal Muttaqin</a>. Under <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/3.0/">Creative Commons License</a>. &uml; 2010 <a xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" href="http://blog.lokamaya.net" rel="dc:source">Lokamaya</a>.</cite></p>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/suku-suku-keturunan-ismail/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arab pra-Islam: Penjaga Rumah Suci Kabah</title>
		<link>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/arab-pra-islam-dan-penjaga-kabah</link>
		<comments>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/arab-pra-islam-dan-penjaga-kabah#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 20:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zaenal M.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lokamaya.net/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Persaingan mendapatkan sumber air dan padang rumput merupakan unsur utama pemicu konflik, yang membelah masyarakat gurun menjadi beragam suku. Namun, di saat bersamaan, gurun telah menumbuhkan kepentingan dan nilai luhur untuk menjalankan tugas suci: menghormati tamu. Tidak bersikap ramah atau malah mengganggu tamu--di negri yang tidak mengenal penginapan--merupakan pelanggaran berat, bukan saja terhadap norma dan kehormatan sosial, tetapi juga penghinaan kepada sang Pencipta. Hal ini pun tercermin dalam persaingan masyarakat Arab untuk menjadi penjaga rumah suci Kabah, dan menjadi pelayan Tuhan dalam menghormati tamu-tamu Allah yang setiap tahun datang berhaji ke Mekkah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Persaingan mendapatkan sumber air dan padang rumput merupakan unsur utama pemicu konflik, yang membelah masyarakat gurun menjadi beragam suku. Namun, di saat bersamaan, menghadapi kondisi alam yang keras telah menumbuhkan kepentingan dan nilai luhur untuk menjalankan tugas suci: menghormati tamu.</p>
<p>Tidak bersikap ramah atau malah mengganggu tamu&#8211;di negri yang tidak mengenal penginapan&#8211;merupakan pelanggaran berat, bukan saja terhadap norma dan kehormatan sosial, tetapi juga penghinaan kepada sang Pencipta. Hal ini pun tercermin dalam persaingan masyarakat Arab untuk menjadi penjaga rumah suci Kabah, dan menjadi pelayan Tuhan dalam menghormati tamu-tamu Allah yang setiap tahun datang berhaji ke Mekkah.<span id="more-238"></span></p>
<div id="attachment_287" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-287" title="abraham1" src="http://staticblog.lokamaya.net/wp-content/uploads/abraham1.gif" alt="Ancient Kabah - Ilustrasi" width="400" height="303" /><p class="wp-caption-text">Ancient Kabah - Ilustrasi</p></div>
<p>Sebelum masa <strong>Rasulullah SAW</strong>, penjaga Mekkah dan rumah suci Kabah dipegang oleh suku paling terkemuka dari masyarakat Arab. Sejarah mencatat bahwa suku <strong>Jurhum </strong>dari Yaman pernah bertugas sebagai penjaga rumah Tuhan. Namun karena melakukan kesewenang-wenangan dan membiarkan Kabah penuh berhala, sehingga akhirnya mereka diusir dan digantikan suku lain. Pada saat hendak pergi, suku Jurhum dikabarkan mengubur sumur <strong>Zamzam </strong>hingga tidak berjejak.</p>
<p>Posisi suku Jurhum diambil alih oleh suku Khuza&#8217;ah. <strong>Khuza&#8217;ah</strong> adalah suku Arab keturunan Adnaan, dari garis Nabi Ismail, yang telah lama bermigrasi ke selatan. Mereka kembali ke utara dan menjadi penjaga kota Mekkah. Tapi lagi-lagi suku Khuza&#8217;ah mengulang kesalahan yang sama. Kepala suku mereka membawa berhala Hubbal dari Syria dan menyimpannya di Kabah, dan menjadikannya sebagai dewa tertinggi.</p>
<p>Peran penjaga Mekkah akhirnya jatuh ke tangan bani <strong>Qushay </strong>dari suku Qurays. Dalam catatan Ibnu Hisyam, Khuza&#8217;ah menguasai Mekkah selama kurang lebih 300 tahun, dimana pada saat yang sama keturunan Adnaan terserak ke berbagai penjuru hingga daerah Bahrain dan Irak. Hanya sebagian kecil keluarga dari suku Qurays yang tinggal di sekitar Mekkah; mereka adalah Halil, Harun dan sebagian keturunan Kinanah. Qushay bin Kilab&#8211;yang kembali dari perbatasan Syria ke Mekkah setelah dewasa&#8211;kemudian menikah dengan Hubba, putri kepala suku Khuza&#8217;ah, yang bernama putri Hulayl bin Habsa. Sepeninggal Hulayl, pecah perang antara suku Qurays dan suku Khuza&#8217;ah.</p>
<blockquote><p>&#8220;When Qusai became a young man, he returned to Makkah, which was ruled by Halil bin Habsha from Khuza‘a, who gave Qusai his daughter, Hobba, as wife. After Halil’s death, a war between Khuza‘a and Quraish broke out and resulted in Qusai’s taking hold of Makkah and the Sacred House.&#8221; [Ibn Hisham 1/117]</p></blockquote>
<p>Terlepas dari berbagai alasan terjadinya perang&#8211;yang konon mengakibatkan kehilangan besar di kedua belah pihak&#8211;upaya rekonsiliasi dan perundingan dilakukan oleh Ya‘mur bin ‘Awf dari bani Bakr. Hasil dari perundingan itu adalah diangkatnya Qushay sebagai pemimpin di Mekkah dan penjaga rumah suci Kabah. Hal tersebut terjadi sekitar <strong>440 Masehi</strong> (sekitar 130 tahun sebelum Nabi Muhammad lahir).</p>
<p>Sejak saat itu Qushay membawa kerabatnya, dari suku Qurays, tinggal di Mekkah. Mereka adalah: <em>Zuhrah</em>, saudara sekandung; <em>Taym</em>, paman; dan Makhzum, sepupu dari paman. Sementara itu, sanak-kerabat lain dari Qushay tinggal di lembah-lembah di sekitar Mekkah.</p>
<p>Sebagaimana karakter masyarakat Arab, Qushay menjalankan tugas sebagai penjaga rumah suci Kabah bak seorang raja. Seluruh suku Arab membayarnya (gaji) dengan harga tinggi; dan Qusyay pun menjalankan tugas itu dengan rasa hormat: menjamu para peziarah dan tamu Tuhan yang melaksanakan ibadah haji sebaik-baiknya.</p>
<p>Sepeninggal Qushay, keretakan terjadi diantara anak-anaknya. <strong>Abu al-Dzar</strong>, sebagai anak tertua, mengambil alih tugas ayahnya atas penunjukkan dari Qushay sendiri; dan bukannya <strong>Abdul-Manaf</strong>, anak Qushay yang paling terampil. Tetapi pada generasi selanjutnya, separuh dari suku Qurays berdiri di belakang <strong>Hasyim </strong>bin Abdul-Manaf, dan menuntut agar kepemimpinan di Mekah diserahkan dari keturunan Abu Dzar. Pendukung Hasyim (<em>al-Muthayyibun</em>) pun harus berhadapan dengan kelompok Abu Dzar (<em>al-Ahlaaf</em>).</p>
<p>Akhirnya kesepakatan dicapai antara dua kelompok yang berseteru ini: keturunan Abdul-Manaf berhak menetapkan pajak dan menyediakan makanan dan minuman bagi para jamaah haji; sementara keturunan Abu Dzar berhak memegang kunci Ka&#8217;bah dan tugas-tugas kepemimpinan Mekkah yang lain.</p>
<p>Pada saat itu sumur Zamzam masih terkubur dan belum pernah ditemukan kembali. Adalah <strong>Abdul-Muthalib</strong>, putra Hasyim, yang menemukannya. Hal tersebut terjadi setelah tiga malam berturut-turut bermimpi tentang sumur Zamzam. Konon Abdul Muthalib sangat gemar berada di sekitar kabah; dan kerap tidur di dalam Hijr Ismail dengan seulas tikar, dimana kemudian dia bermimpi tentang sumur Zamzam.</p>
<p>@zaenal<br />
Bandung, Maret 2009</p>
<p><br /><cite>Article by <a xmlns:cc="http://creativecommons.org/ns#" href="http://blog.lokamaya.net/about" property="cc:attributionName" rel="cc:attributionURL">Zaenal Muttaqin</a>. Under <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/3.0/">Creative Commons License</a>. &uml; 2010 <a xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" href="http://blog.lokamaya.net" rel="dc:source">Lokamaya</a>.</cite></p>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/arab-pra-islam-dan-penjaga-kabah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arab pra-Islam: Festival Ukaz</title>
		<link>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/arab-pra-islam-dan-festival-ukaz</link>
		<comments>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/arab-pra-islam-dan-festival-ukaz#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 20:36:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zaenal M.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lokamaya.net/?p=239</guid>
		<description><![CDATA["Lidah lebih tajam dari pedang" merupakan adagium masyarakat Arab yang terkenal. Konon, tidak ada bangsa yang sedemikian menghargai "ungkapan lisan" melebihi bangsa Arab. Sejak lama semua orang Arab dari segala penjuru senantiasa berkumpul pada Festival Ukaz setiap tahun pada bulan Dzulqa'dah. Festival tersebut memilih satu penyair terbaik setiap tahunnya. Selain menentukan penyair terbaik, dalam Festival Ukaz pun diadakan perlombaan lain seperti balap kuda dan memanah. Ini adalah saat dimana semua suku berkumpul untuk berlomba secara damai dan menikmati semua tontonan dan hiburan yang ada.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bangsa Arab bukanlah semata orang Badui yang nomaden; tetapi bila menemukan tempat berpijak yang ramah, mereka dapat menghasilkan kebudayaan tinggi, seperti diperlihatkan kerajaan Saba, Himyar, Hadramaut, Petra (Nabasia) dan Palmyra. Dan beberapa dari kerajaan-kerajaan tersebut, seperti Gassan dan Lakhmi, eksis bahkan hingga zaman Rasulullah SAW.</p>
<p>Syair memang berpengaruh kuat bagi masyarakat Arab, dan sebagian besar diwariskan secara lisan. Namun bangsa Arab juga sudah mengenal sistem tulis, bahkan sejak kerajaan Saba kuno. Prasasti atau manuskrip tertua bangsa Arab yang ditemukan berasal dari abad ke-7 SM, diperolah dari daerah al-&#8217;Ula (sebelah selatan Tabuk). Tapi diduga masih banyak prasasti atau manuskrip lain yang belum terungkap atau rusak ditelan zaman.<span id="more-239"></span></p>
<p>Tidak ada bangsa yang sedemikian menghargai &#8220;ungkapan lisan&#8221; melebihi bangsa Arab. Orang-orang Arab&#8211;hingga kini&#8211;sekalipun mereka tidak begitu faham dengan kandungan atau bahasa syair yang dibacakan, emosinya dapat teraduk-aduk ketika mendengarkan syair. Wajar bila Umar bin Khattab menangis ketika mendengar bacaan al-Quran, hingga kemudian menyatakan diri masuk Islam.</p>
<p>Kegemaran terhadap syair, konon berawal dari kebiasaan dukun dan peramal Arab mengucapkan mantra. Penyair (sin, &#8216;ain, ra), secara bahasa dan pada mulanya adalah sebutan bagi orang yang memiliki kemampuan menyentuh hal yang tersembunyi (ghaib). Seorang penyair, dengan kekuatan bahasanya, dapat menimpakan kutukan kepada musuh atau kesembuhan dan kebahagiaan kepada pemintanya.</p>
<p>Pada perkembangan selanjutnya, para penyair memiliki kedudukan terhormat di kalangan bangsa Arab, dan digunakan untuk hiburan, kepentingan politik, dan juga kompetisi dengan suku lain. <strong>Festival Ukaz</strong>, yang diselenggarakan di kota Ukaz dekat gunung <strong>Arafah</strong>, menjadi ajang penyair berbagai suku Arab memperlihatkan kebolehannya. Syair dari pemenang festival ini biasanya ditulis dengan tinta emas dan dipampang di Kabah, sehingga dikenallah istilah <em>al-mu&#8217;allaqaat</em> (puisi-puisi emas).</p>
<p>&#8220;Lidah lebih tajam dari pedang&#8221; merupakan adagium masyarakat Arab yang terkenal. Tidaklah mengherankan bila, misalnya, dalam persaingan kerajaan Gassan dan Lakhmi, mereka pun berebut para penyair emas. Ibnu Hind (554M -569M) raja dari kerajaan Lakhmi, memboyong para penyair mu&#8217;allaqat ke kerajaannya, seperti Tsarafah ibn Al-&#8217;Abd, al-Harits ibn Hillizah dan &#8216;Amr ibn Kultsum (tiga dari 7 penyair mu&#8217;allaqat di zaman itu). Sedangkan kerajaan Gassan memiliki Labid, penyair termuda dari 7 penyair mu&#8217;allaqat.</p>
<p>Para penyair ini adalah sarana paling ampuh untuk membentuk opini publik, mengangkat citra suku dan rajanya, sekaligus menghancurkan citra suku lain. Mungkin syair-syair seperti inilah yang dilarang oleh Nabi SAW, karena seorang penyair keturunan wangsa Gassan yang masuk Islam, Hassan ibn Tsabit (l. 563 Masehi), pernah dipuji Rasulullah SAW karena syair-syairnya yang indah.</p>
<p>Satu hal yang pasti, semua orang Arab dari segala penjuru senantiasa berkumpul pada Festival Ukaz setiap tahun pada bulan Dzulqa&#8217;dah. Festival tersebut memilih satu penyair terbaik setiap tahunnya. Selain menentukan penyair terbaik, dalam Festival Ukaz pun diadakan perlombaan lain seperti balap kuda dan memanah. Ini adalah saat dimana semua suku berkumpul untuk berlomba secara damai dan menikmati semua tontonan dan hiburan yang ada.</p>
<p>Watak gurun yang keras, telah melahirkan syair-syair yang indah dan memungkinkan berkembangnya bahasa Arab sebagai bahasa paling ringkas, efektif dan padat.</p>
<p>***</p>
<p>Hal ini membawa kita kepada pertanyaan lain: apakah <strong>sistem kepercayaan</strong> yang dianut masyarakat Arab?</p>
<p>Tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh dan ajaran Nabi Ibrahim melekat dalam masyarakat Arab. Hal itu terbukti dari sistem kalender yang digunakan dan pemberlakuan <em>bulan-bulan haram </em>yang dipatuhi seluruh suku Arab, dimana perang dilarang di seluruh suku. Bulan-bulan itu adalah Dzulqa&#8217;dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.</p>
<p>Orang-orang Arab, disamping orang-orang Yahudi dan Nashrani, juga mempraktikan ibadah haji pada setiap bulan Dzulhijjah. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran agama (Ibrahim) merupakan keyakinan utama masyarakat Arab. Namun disamping keyakinan tersebut tampaknya terjadi sebuah proses asimilasi dengan keyakinan lokal&#8211;selain dengan agama Yahudi dan Nashrani&#8211;yang mempercayai dewa-dewa dan berhala.</p>
<p>Masyarakat Arab dikenal sangat mempercayai makhluk halus seperti jin, dan kerap memberikan sesaji di tempat-tempat seperti gua dan mata air. Reruntuhan kuno di Palmyra bahkan dipercaya masyarakat Arab sebagai istana Nabi Sulaiman yang mahsyur, yang dibangun oleh bangsa jin. Dan sejak awal orang Arab memiliki kepercayaan bahwa para penyair dapat menggunakan kekuatan jin dalam syair atau mantra mereka.</p>
<p>Kata &#8220;Allah&#8221; juga sudah lama dikenal masyarakat Arab. Tercermin dari nama ayah Muhammad SAW, yang bernama Abdullah. Pada masyarakat Saba kuno, konsep kata &#8220;Allah&#8221; lebih menyerupai dewa ketimbang tuhan yang esa. Dalam beberapa suku, dewa Allah diyakini memiliki putra, diantaranya al-Lat dan al-Uzza (Latta dan Uzza, keduanya adalah dewa atau tuhan perempuan (dalam bahasa Arab, al-lat adalah bentuk muannas/perempuan dari al-lah yang mudzakkar/lelaki). Dewa-dewa lain yang dikenal adalah dewa al-Rahman dan dewa al-Rahim, yang lebih mirip sifat-sifat Allah. Dan ada juga dewa Hubbal, yang merupakan keyakinan &#8216;impor&#8217; dari Arab-Persia.</p>
<p>Meski bukan mayoritas, sejarah menunjukkan bahwa sebagian masyarakat Arab di masa Nabi SAW ada yang memeluk agama Kristen, diantaranya adalah paman Siti Khadijah yang bernama <strong>Waraqah ibn Naufal</strong>. Kalangan Arab yang menganut agama Kristen umumnya adalah masyarakat Arab di utara, khususnya yang berada di daerah sekitar Suriah saat ini.</p>
<p><em>Kembali ke Festival Ukaz&#8230;</em></p>
<p>Silahkan bayangkan! Bagaimana masyarakat Arab berkumpul setiap bulan Dzulqa&#8217;dah di kota Ukaz setiap tahunnya?</p>
<p>Bila perjalanan Saba-Aqabah memakan waktu 70 hari, dan perjalanan Mekah-Hebron sekitar 40 hari, maka menurut perkiraan saya:</p>
<p>* Palmyra-Ukaz sekitar 60 hari (kerajaan Gassan).<br />
* Hirrah-Ukaz sekitar 70 hari (kerajaan Lakhmi)<br />
* Saba-Ukaz sekitar 30 hari (kerajaan Saba)<br />
* Hadramaut-Ukaz sekitar 45 hari (kerajaan Hadramaut, Himyar, dll)</p>
<p>Jadi dapat dibayangkan bagaimana ramainya Festival Ukaz, ketika semua suku dari seluruh jazirah Arab bertemu dengan damai&#8230;</p>
<p>***</p>
<p>Berikut adalah link terjemahan Bahasa Inggris dari puisi-puisi Mu&#8217;allaqat, berjudul &#8220;Arabian Poetry&#8221; karya W.A. Clouston <a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;08fd7375819e840efd807a4dea1e5273&quot;, event)" rel="nofollow" href="http://www.sacred-texts.com/isl/arp/index.htm" target="_blank"><span>http://www.sacred-texts.co</span>m/isl/arp/index.htm</a>, atau dapat dibeli di <a title="Arabian Poetry, W.A. Clouston" href="http://www.amazon.com/dp/1850771375?tag=internetsacredte&amp;camp=14573&amp;creative=327641&amp;linkCode=as1&amp;creativeASIN=1850771375&amp;adid=1QE1E09KEG3VC3YTGVYV&amp;" target="_blank">Amazon</a>.</p>
<p>@zaenal<br />
Bandung, Maret 2009</p>
<h4>Related Articles:</h4>
<ul>
<li><a href="http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/kerajaan-arab-kuno-di-selatan-dan-kisah-abrahah">Kerajaan Arab Selatan dan Abrahah</a></li>
<li><a href="http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/kerajaan-kerajaan-arab-kuno-di-utara">Kerajaan-Kerajaan di Utara</a></li>
<li><a href="http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/genealogi-suku-dan-etnografi-bangsa-arab">Genealogi Suku I: Etnografi</a></li>
<li><a href="http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/suku-suku-keturunan-ismail">Genealogi Suku II: Keturunan Ismail</a></li>
<li><a href="http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/arab-pra-islam-dan-penjaga-kabah">Penjaga Rumah Suci Kabah</a></li>
<li><a href="http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/arab-pra-islam-dan-festival-ukaz">Festival Ukaz</a></li>
</ul>
<p><br /><cite>Article by <a xmlns:cc="http://creativecommons.org/ns#" href="http://blog.lokamaya.net/about" property="cc:attributionName" rel="cc:attributionURL">Zaenal Muttaqin</a>. Under <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/3.0/">Creative Commons License</a>. &uml; 2010 <a xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" href="http://blog.lokamaya.net" rel="dc:source">Lokamaya</a>.</cite></p>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.lokamaya.net/zaenal-interest/sejarah/arab-pra-islam-dan-festival-ukaz/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
