Sejarah

Arab pra-Islam: Kerajaan Arab Selatan dan Abrahah

Posted in Sejarah on February 26th, 2010 by Zaenal M. – Be the first to comment

Secara geografis penduduk asli jazirah Arab terbagi atas dua kelompok: Arab utara dan Arab selatan. Di utara dibatasi daerah Bulan Sabit di utara (Syria, Irak, Turki Timur), dan di selatan dibatasi laut Arab.  Berbagai kerajaan besar pernah muncul di jazirah ini, khususnya di daerah Arab selatan. Penduduk daerah selatan pun cenderung menetap (Arab urban), berbeda dengan penduduk utara yang cenderung berpindah-pindah (Arab nomaden). read more »

Arab pra-Islam: Kerajaan-Kerajaan di Utara

Posted in Sejarah on February 26th, 2010 by Zaenal M. – Be the first to comment

Baik di utara atau selatan, pada dasarnya semua kerajaan yang dibangun oleh bangsa Arab merupakan kerajaan suku. Sebelum Islam, satu-satunya yang merupakan konfederasi atas beberapa suku di jazirah Arabia adalah kerajaan Kindah yang berdiri pada abad ke-4 Masehi, terletak di sebelah barat sungai Eufrat. Istilah “raja” (malik) juga tidak dikenal di kalangan bangsa Arab, dan hanya disematkan kepada penguasa asing. Orang Arab sendiri biasa memanggil ‘raja’ mereka dengan sebutan “syaikh” atau “amir”. read more »

Arab pra-Islam: Genealogi Suku I – Etnografi

Posted in Sejarah on February 26th, 2010 by Zaenal M. – Be the first to comment

Kata arab dalam bahasa semit-aramaik, atau ereb dalam Injil, mengandung arti “gurun” atau “para penduduk gurun”. Hal yang sama juga berlaku dalam al-Quran, dimana kata a’rab digunakan sebagai sebutan untuk orang Badui atau orang gurun. read more »

Arab pra-Islam: Genealogi Suku II – Keturunan Ismail

Posted in Sejarah on February 26th, 2010 by Zaenal M. – Be the first to comment

Dari Muhadrat Tarikh Al-Umam Al-Islamiyah disebutkan bahwa Nabi Ismail belajar bahasa (Arab) dari Bani Jurhum, dari suku Qahtani (Arab selatan). Disebutkan pula bahwa setelah Nabi Ibrahim memberi tanda untuk menceraikan istri pertamanya, Ismail kemudian menikah lagi dengan putri dari kepala suku Bani Jurhum, Mudad bin ‘Amr. Ada yang mengatakan bahwa Ismail berusia hingga 137 tahun, dan kemudian dimakamkan di al-Hijr, dekat makam ibunya Siti Hajar (Hijr).

read more »

Arab pra-Islam: Penjaga Rumah Suci Kabah

Posted in Sejarah on February 26th, 2010 by Zaenal M. – Be the first to comment

Persaingan mendapatkan sumber air dan padang rumput merupakan unsur utama pemicu konflik, yang membelah masyarakat gurun menjadi beragam suku. Namun, di saat bersamaan, menghadapi kondisi alam yang keras telah menumbuhkan kepentingan dan nilai luhur untuk menjalankan tugas suci: menghormati tamu.

Tidak bersikap ramah atau malah mengganggu tamu–di negri yang tidak mengenal penginapan–merupakan pelanggaran berat, bukan saja terhadap norma dan kehormatan sosial, tetapi juga penghinaan kepada sang Pencipta. Hal ini pun tercermin dalam persaingan masyarakat Arab untuk menjadi penjaga rumah suci Kabah, dan menjadi pelayan Tuhan dalam menghormati tamu-tamu Allah yang setiap tahun datang berhaji ke Mekkah. read more »

Arab pra-Islam: Festival Ukaz

Posted in Sejarah on February 26th, 2010 by Zaenal M. – Be the first to comment

Bangsa Arab bukanlah semata orang Badui yang nomaden; tetapi bila menemukan tempat berpijak yang ramah, mereka dapat menghasilkan kebudayaan tinggi, seperti diperlihatkan kerajaan Saba, Himyar, Hadramaut, Petra (Nabasia) dan Palmyra. Dan beberapa dari kerajaan-kerajaan tersebut, seperti Gassan dan Lakhmi, eksis bahkan hingga zaman Rasulullah SAW.

Syair memang berpengaruh kuat bagi masyarakat Arab, dan sebagian besar diwariskan secara lisan. Namun bangsa Arab juga sudah mengenal sistem tulis, bahkan sejak kerajaan Saba kuno. Prasasti atau manuskrip tertua bangsa Arab yang ditemukan berasal dari abad ke-7 SM, diperolah dari daerah al-’Ula (sebelah selatan Tabuk). Tapi diduga masih banyak prasasti atau manuskrip lain yang belum terungkap atau rusak ditelan zaman. read more »