Pernah seorang teman bertanya: “Seperti apa sebaiknya e-commerce diperkenalkan kepada para mahasiswa ekonomi?” Hal pertama yang terlintas di kepala: “jangan terlalu teknis, kali, ya…“., karena kita berhadapan dengan mahasiswa ekonomi, bukan programmer.
Hal lain yang kemudian terpikirkan–sebagai poin kedua–adalah: “To enhance Indonesian e-commerce community, it’s must be fully supported by economic and managerial skill“. Berangkat dari pengalaman mengelola website, seringkali kita hanya melulu bicara aspek teknis, tanpa menyiapkan aspek ekonomi dan/atau managerial untuk mengoperasikan situs yang dibuat.
Hal lain, kalau boleh ditambahkan, adalah: “harus bisa membedakan antara real e-commerce versus e-tuti (alias tukang tipu online) seperti arisan berantai online, skema piramida online, dan lain-lain“. read more »